JABAR EKSPRES – Pelantikan Rocky Gerung sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) menuai kekecewaan dari kalangan mahasiswa.
Figur yang selama ini dikenal kritis terhadap pemerintah itu dinilai memiliki pengaruh besar dalam membangun keberanian mahasiswa untuk menyampaikan kritik terhadap kekuasaan.
Koordinator BEM SI Kerakyatan Wilayah Jabar, Sanditya Saputra, mengatakan keputusan Rocky bergabung dengan Wantimpres menjadi sesuatu yang disayangkan. Menurut dia, Rocky selama ini merupakan salah satu figur yang menginspirasi mahasiswa melalui sikap kritisnya terhadap pemerintah.
Baca Juga:421 Desa/Kelurahan di Jateng Berstatus Siaga TB, Pemprov Terus Upayakan Skrining dan PencegahanIndonesia Targetkan 7 Medali Emas di Asian Para Games Nagoya 2026
“Kami sebetulnya, pertama berbicara soal kecewa, ya kecewa. Karena dia merupakan salah satu figur yang memang banyak menginspirasi teman-teman mahasiswa karena kritisnya terhadap pemerintah,” ujar Sanditya di sela aksi unjuk rasa di persimpangan Jalan Dago-Cikapayang, tepat di bawah Jalan Layang Pasteur-Surapati (Pasupati), Bandung, Selasa, 12 Oktober 2026.
Kekecewaan tersebut, kata Sanditya, tidak terlepas dari pernyataan Rocky sebelumnya yang mengkritik Presiden Prabowo Subianto. Ia menyinggung sikap Rocky yang pernah melontarkan pernyataan keras terhadap Prabowo, termasuk menyebut presiden dengan istilah ‘bajingan’ jika pada akhirnya tetap dilantik.
Bagi Sanditya, keputusan Rocky masuk ke dalam Wantimpres menimbulkan tanda tanya. Namun, ia mengakui mahasiswa tidak mengetahui secara pasti pertimbangan maupun dinamika di balik keputusan tersebut.
“Kami teman-teman Jabar menyebutnya sebetulnya sangat disayangkan saja. Bung Rocky pada akhirnya dilantik,”aa kata dia.
Meski demikian, BEM SI Jawa Barat belum sepenuhnya menutup harapan terhadap Rocky. Sanditya mengatakan pihaknya masih ingin memberikan kesempatan untuk melihat bagaimana peran Rocky setelah bergabung dengan lembaga penasihat presiden tersebut.
Ia menilai, sikap Rocky dalam beberapa waktu terakhir, terutama terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), menjadi salah satu hal yang patut dicermati.
Menurut Sanditya, pandangan Rocky mengenai program tersebut terasa janggal jika dibandingkan dengan sikap kritisnya sebelumnya.
Baca Juga:Berobat Gratis Kelas 3 di 86 Rumah Sakit, Pemkab Tasikmalaya Tunggu Aturan MainPemimpin Perempuan di Sekolah Islam: Saya Harus Masuk ke Mana-Mana, Mendengar dan Merekatkan
“Sebetulnya kita mengupayakan untuk percaya terlebih dahulu, karena ini juga baru beberapa hari. Walaupun memang secara statement kemarin-kemarin itu cukup janggal berbicara soal MBG. Itu perlu dan lain-lain, padahal sebelumnya dia sangat mengkritisi program Makan Bergizi Gratis,” ujarnya.
