Ini Penyebab Harga Minyak Mentah RI Naik hingga 23,38 dolar AS per Barel!

Ini Penyebab Harga Minyak Mentah RI Naik hingga 23,38 dolar AS per Barel!
Ilustrasi pengeboran minyak mentah di Indonesia. Dok. Pixabay
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Indonesia resmi menetapkan kenaiikan harga Minyak Mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) September 2026 sebesar 23,38 dolar AS per barel.

Rata-rata harga minyak mentah Indonesia pada periode sebelumnya, Agustus 2026, berada di level 89,43 dolar AS per barel dan kini menjadi 112,81 dolar AS per barel.

Penyesuaian harga ICP itu tertuang dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 395.K/MG.03/MEM.M/2026 tentang Harga Minyak Mentah Indonesia Bulan September 2026.

Baca Juga:Menperin Soroti Kualitas SDM Guna Pacu Industri RIPajak Royalti Penulis Buku Turun jadi 1,5 Persen Mulai Kapan?

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman mengungkapkan bahwa, penyesuaian harga minyak mentah Indonesia itu dilakukan menyikapi ketidakpastian geopolitik yang masih terus belangsung.

“Rata-rata ICP bulan September 2026 yang melonjak naik menjadi 112,81 dolar AS per barel merupakan cerminan dari dinamika pasar minyak global yang dipengaruhi oleh tingginya ketidakpastian geopolitik dan meningkatnya risiko gangguan pasokan (supply disruption risk),” ujarnya, mengutip ANTARA, Selasa (13/10/2026).

Selain itu, Laode juga menyebut bahwa kenaikan harga minyak mentah tersebut tidak hanya dilakukan pemerintah Indonesia. Kenaikan harga itu terjadi secara menyeluruh di seluruh benchmark internasional.

Menurutnya, eskalasi konflik militer dan kebuntuan diplomasi di Timur Tengah, khususnya ketegangan yang melibatkan AS dan Iran, meningkatkan risiko keamanan pelayaran di Selat Hormuz, jalur vital ekspor minyak dunia.

“Ekspor minyak mentah melalui rute vital tersebut sempat mengalami penurunan hingga 28 persen dibandingkan bulan Juli. Kondisi ini diperkuat oleh serangan terhadap infrastruktur energi di kawasan tersebut, termasuk penutupan sementara Pipa East-West Arab Saudi berkapasitas 7 juta barel per hari akibat serangan drone sebagai langkah pencegahan,” paparnya.

Selain itu, penundaan kuota produksi oleh OPEC+ serta serangan lanjutan terhadap infrastruktur kilang dan terminal ekspor minyak di Rusia dan kawasan Laut Merah turut memperketat pasokan minyak mentah global.

Kenaikan juga terjadi pada seluruh harga minyak mentah utama dunia. Adapun rincian kenaikan harga minyak dunia pada September 2026 apabila dibandingkan Agustus 2026, yakni Brent (ICE) naik 13,94 dolar AS menjadi 102,02 dolar AS per barel; WTI (Nymex) naik 13,24 dolar AS menjadi 95,69 dolar AS per barel; Dated Brent naik 25,93 dolar AS menjadi 116,77 dolar AS per barel; Basket OPEC naik 24,29 dolar AS menjadi 110,73 dolar AS per barel.

0 Komentar