Tersangka melalukan pemesanan tidak satu kali, namun dari beberapa upaya yang dilakukan untuk memesan layanan taksi online, akhirnya aplikasi terhubung dengan Yogi dan mereka pun bertemu membahas piutang.
“Berantem ribut-ributlah, akhirnya selesai. Selesai korban dengan salah satu tersangka berpisah. Kemudian tersangka mempunyai niat jahat, dia pesan lagi, pesan lagi grab miliknya korban dan nyambung lagi,” beber Usep.
Pemesanan selanjutnya tersangka berangkat bersama rekannya MIN, melakukan upaya penagihan utang kepada korban.
Baca Juga:Pemimpin Perempuan di Sekolah Islam: Saya Harus Masuk ke Mana-Mana, Mendengar dan MerekatkanBandung Barat Ubah Paradigma Pengelolaan Aset, Dari Sekadar Tercatat Menjadi Bernilai Manfaat
“Dipesan, naik bertiga ke daerah Cimalaka. Di sana itu dengan alasan bahwa tersangka ini mempunyai pekerjaan untuk perbaikan-perbaikan beko, akhirnya ke sana,” turur Usep.
“Di sana itu waktu masih siang, di daerah Cimalaka masih siang sehingga masih ngopi-ngopi di salah satu warung kopi. Nah udah memasuki malam barulah dieksekusi istilahnya dilakukan,” lanjutnya.
Usep menyampaikan, ketika melancarkan aksinya, para tersangka mengikat korban menggunakan tali tambang, kemudian menjerat leher Yogi memakai kabel baja untuk pengunci ban sepeda.
“Pakai kabel baja diikat lehernya, itu masih berontak. Masih berontak kemudian sama si ADS ini diikat tangannya, dari tangannya berontak,” ucapnya.
“Kemudian sampai dipukulin oleh si MIN ini, dipukulin sambil dijerat lehernya, setelah itu dibawa ke dalam mobil,” tambah Usep.
Saat berada di dalam mobil korban bernomor Polisi Z-1763-BB, Yogi sempat memuntahkan darah kemudian meninggal dunia.
“Di dalam mobilnya ada bercak-bercak darah, itu muntahan dari korban, itu keterangan dari tersangka. Setelah dipastikan meninggal, barulah si korban ini dibawa mencari-mencari tempat,” kata Usep.
Baca Juga:Panas Bumi Galunggung Dipromosikan untuk Gaet InvestorAQUA DBL Dance Jadi Panggung Anak Muda Ekspresikan Wastra Nusantara
“Awalnya ke Cibuluh dulu ya, Cibuluh di sana tidak memungkinkan akhirnya berangkat ke lokasi kedua. Lokasi kedua pada saat jalan di mobil itu kelihatan ada gubuk, itu langsung digali dengan menggunakan cangkul,” lanjutnya.
Menurut Usep, dalam hal ini tersangka dinilai sudah mempersiapkan diri, sebab ada cangkul dan jerat tali.
“Sudah mempersiapkan senjata pembunuhan ini besar kemungkinan sudah direncanakan, jadi bukan bukan menagih kemudian ribut dibunuh, tapi ini sudah ada perencanaan,” imbuhnya.
“Kalau awal memang nagih ribut dulu pulang, yang kedua kali sudah direncanakan. Nah di lokasi kedualah si korban ini dikubur kurang lebih kedalaman 1 meter,” pungkas Usep. (Bas)
