Legislator Kecam Penyerangan Bus Persib U-18, Minta Pelaku Ditindak Tegas

Anggota Komisi V Zaini Shofari. (Dok PPP)
Anggota Komisi V Zaini Shofari. (Dok PPP)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Zaini Shofari, turut mengecam aksi penyerangan terhadap bus yang membawa rombongan pemain Persib Bandung U-18. Ia juga mengapresiasi kesigapan aparat kepolisian dalam mengejar para pelaku.

Zaini menilai, insiden tersebut menjadi catatan serius bagi dunia sepak bola Indonesia, khususnya dalam perjalanan Persib Bandung. Ia mengutuk keras aksi penyerangan, perusakan, dan penjarahan terhadap bus tim Elite Pro Academy (EPA) U-18 Persib di Rest Area Batang, Jawa Tengah.

Menurutnya, tindakan perusakan dan penjarahan tersebut tidak lagi dapat dianggap sebagai bagian dari rivalitas sepak bola, melainkan sudah masuk ke ranah kriminalitas.

Baca Juga:Pemimpin Perempuan di Sekolah Islam: Saya Harus Masuk ke Mana-Mana, Mendengar dan MerekatkanBandung Barat Ubah Paradigma Pengelolaan Aset, Dari Sekadar Tercatat Menjadi Bernilai Manfaat

“Kasus ini perlu diusut tuntas agar kejadian serupa tidak terulang pada masa mendatang, siapa pun pelakunya,” tegas Zaini saat ditemui seusai meninjau Sport Centre Tajimalela yang akan digunakan sebagai salah satu venue Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), Senin (12/10/2026).

Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menambahkan, sanksi tegas perlu diberikan kepada para pelaku agar menimbulkan efek jera.

“Kedewasaan berfikir dan bertindak tentu menjadi yang terpenting dimana pun. Jangan sampai Sepak Bola dicap jadi sumber masalah dan kriminal di Indonesia, karena perilaku suporternya,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Zaini juga mengapresiasi jajaran Polres Batang, Jawa Tengah, yang bergerak cepat mengejar para pelaku hingga ke Karawang, Jawa Barat. “Kami apresiasi kesigapan aparat,” tuturnya.

Zaini turut mengingatkan bahwa saat ini masyarakat hidup di era digital. Keberadaan kamera pengawas (CCTV) dan kamera ponsel memungkinkan berbagai peristiwa terekam dan tersebar dengan cepat.

Karena itu, ia menilai para pelaku tindak kriminal maupun perusakan seharusnya berpikir ulang sebelum bertindak. “Dan itu mudah diakses. Jadi kejadian terjadi, dalam hitungan detik sudah tersebar. Jadi semua harus sadar kamera,” katanya.

Ia berharap insiden tersebut menjadi pelajaran bagi seluruh pihak, terutama para suporter sepak bola. Zaini secara khusus mengimbau Bobotoh, pendukung Persib Bandung, agar tidak melakukan tindakan serupa ataupun membalas aksi penyerangan tersebut.

Baca Juga:Panas Bumi Galunggung Dipromosikan untuk Gaet InvestorAQUA DBL Dance Jadi Panggung Anak Muda Ekspresikan Wastra Nusantara

“Apalagi melakukan balasan. Sekali lagi, kita sudah beda kelas,” tutupnya. (son)

0 Komentar