Selain penguatan pengawasan, Achmad menilai Dishub perlu mengevaluasi desain dan konstruksi kotak pengatur lalu lintas agar tidak mudah dibongkar atau dirusak. Pengamanan fisik dapat diperkuat melalui penggunaan material yang lebih tahan terhadap pembobolan, penguncian berlapis, serta penempatan perangkat yang lebih terlindungi tanpa menghambat akses petugas untuk melakukan perawatan.
Di sisi lain, koordinasi dengan aparat penegak hukum dan masyarakat juga dinilai penting untuk mempersempit ruang gerak pelaku pencurian.
Dishub perlu memastikan setiap kejadian dilaporkan dan ditindaklanjuti, bukan sekadar mengganti perangkat yang hilang tanpa mengevaluasi penyebab serta celah pengamanannya.
Baca Juga:Pemimpin Perempuan di Sekolah Islam: Saya Harus Masuk ke Mana-Mana, Mendengar dan MerekatkanBandung Barat Ubah Paradigma Pengelolaan Aset, Dari Sekadar Tercatat Menjadi Bernilai Manfaat
Achmad turut menekankan pentingnya keterbukaan informasi mengenai kondisi infrastruktur lalu lintas di Kota Bandung.
Pemerintah perlu menyampaikan data mengenai jumlah kejadian pencurian, kerugian yang ditimbulkan, biaya perbaikan, hingga langkah pencegahan yang telah dilakukan.
Transparansi tersebut diperlukan agar publik dapat menilai sejauh mana efektivitas kebijakan pengamanan yang dijalankan pemerintah daerah.
“Jangan sampai anggaran terus dikeluarkan untuk memperbaiki fasilitas yang sama karena persoalan pencegahannya tidak pernah diselesaikan. Ukuran keberhasilan bukan sekadar berapa banyak kamera yang terpasang atau kotak kontrol yang diperbaiki, melainkan seberapa efektif pemerintah menekan kejadian berulang dan menjaga pelayanan lalu lintas tetap berjalan,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kepala Dishub Kota Bandung, Rasdian Setiadi, mengatakan pihaknya memperketat pengawasan terhadap traffic light melalui pemantauan kamera, pengawasan langsung oleh petugas, serta penguatan fisik kotak kontrol.
Dari total 157 persimpangan bersinyal di Kota Bandung, baru lebih dari 60 lokasi yang terhubung dengan sistem ATCS dan dilengkapi kamera serta pengeras suara.
Rasdian menyebut, enam titik yang baru diaktifkan juga telah mulai terhubung dengan sistem pemantauan tersebut. Salah satunya berada di kawasan PT INTI yang kini dapat dipantau secara langsung. (dam)
