Menurutnya, hasil kuesioner dapat membantu mengelompokkan kondisi mata kering berdasarkan tingkatannya, mulai dari ringan, sedang, berat, hingga tidak mengalami mata kering.
“Di situ ada skornya juga. Jadi kalau nanti kita jawab dan kemudian skor kita sekian gitu, nanti kita akan bisa dikelompokkan ini mata kering ringan, sedang, atau berat, atau tidak ada mata kering,” ujar dr. Novita.
Meski demikian, ia menegaskan kuesioner saja belum cukup untuk memastikan diagnosis.
Baca Juga:Pemimpin Perempuan di Sekolah Islam: Saya Harus Masuk ke Mana-Mana, Mendengar dan MerekatkanBandung Barat Ubah Paradigma Pengelolaan Aset, Dari Sekadar Tercatat Menjadi Bernilai Manfaat
“Nah, untuk mendiagnosis mata kering itu, kuesioner itu harus dijawab, ditambah satu tanda klinis,” jelasnya.
DRY EYE CENTER ANDALKAN TEKNOLOGI LLLT
Untuk mendukung penanganan mata kering, Dry Eye Center Klinik Utama Mata Prime Center A. Yani menghadirkan teknologi Low Level Laser Therapy (LLLT).
Teknologi tersebut merupakan salah satu pendekatan yang dapat digunakan dalam penanganan mata kering, terutama mata kering evaporatif yang berkaitan dengan gangguan fungsi kelenjar Meibomian atau Meibomian Gland Dysfunction (MGD).
LLLT bekerja melalui paparan cahaya terkontrol pada area sekitar kelopak mata. Terapi ini dapat membantu melunakkan sumbatan pada kelenjar Meibomian sekaligus mendukung aliran minyak pada lapisan air mata.
Namun, dr. Novita menegaskan bahwa terapi tidak diberikan secara sembarangan. Pemeriksaan menyeluruh tetap menjadi dasar untuk menentukan penyebab dan pilihan terapi yang sesuai.
“Mata kering bukan sekadar rasa tidak nyaman yang boleh dibiarkan. Bila keluhan seperti mata terasa berpasir, mudah lelah, merah, perih, atau penglihatan terasa tidak stabil terjadi berulang, sebaiknya jangan hanya mengandalkan obat tetes mata tanpa mengetahui penyebabnya,” ujar dr. Novita.
“Pemeriksaan mata secara menyeluruh penting untuk mengetahui kondisi permukaan mata dan fungsi kelenjar Meibomian. Dengan diagnosis yang tepat, dokter dapat menentukan pilihan terapi yang sesuai, termasuk apakah terapi LLLT dapat menjadi bagian dari penanganan,” sambungnya.
Baca Juga:Panas Bumi Galunggung Dipromosikan untuk Gaet InvestorAQUA DBL Dance Jadi Panggung Anak Muda Ekspresikan Wastra Nusantara
Menurutnya, kehadiran Dry Eye Center merupakan bagian dari upaya Prime Center A. Yani memperluas layanan kesehatan mata yang lebih lengkap dengan dukungan teknologi.
“Kami menghadirkan Dry Eye Center di Prime Center A. Yani sebagai bagian dari komitmen kami untuk memberikan pilihan pelayanan mata yang semakin lengkap, modern, dan nyaman bagi masyarakat,” ungkapnya.
