Karena itu, ia menilai kesadaran masyarakat mengenai kesehatan mata, khususnya mata kering, perlu terus ditingkatkan.
“Jadi memang harus ada awareness dari masyarakat mengenai mata kering ini. Dan saat ini untuk di usia muda, penggunaan gadget menjadi salah satu penyebab utama,” kata dr. Novita.
JANGAN ASAL GUNAKAN OBAT TETES MATA
Persoalan lain yang turut menjadi perhatian adalah kebiasaan menggunakan obat tetes mata tanpa mengetahui penyebab keluhan.Menurut dr. Novita, air mata buatan memang dapat memberikan rasa nyaman. Namun, penggunaannya tetap harus dilakukan secara bijaksana, terlebih jika digunakan dalam jangka panjang.
Baca Juga:Pemimpin Perempuan di Sekolah Islam: Saya Harus Masuk ke Mana-Mana, Mendengar dan MerekatkanBandung Barat Ubah Paradigma Pengelolaan Aset, Dari Sekadar Tercatat Menjadi Bernilai Manfaat
“Penggunaan obat tetes mata yang berlebihan itu wajib diwaspadai, ya. Memang yang dijual di pasaran atau banyak diresepkan dokter itu adalah air mata buatan,” katanya.
“Namun ketika kita menggunakannya tanpa tahu penyebabnya kenapa dari awal tidak nyaman, akan jadi ketergantungan,” lanjutnya.
Ia menambahkan, penggunaan air mata buatan dalam jangka panjang, terutama yang mengandung bahan pengawet, perlu diperhatikan karena pada kondisi tertentu dapat memicu masalah pada permukaan mata.
“Nah, ketika ketergantungan, kadang pengawet dari tetes mata itu bisa mengiritasi mata dan membuat tambah kering,” ujarnya.Karena itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak sekadar mengandalkan obat tetes mata untuk mengatasi keluhan yang muncul berulang.
“Oleh karena itu, kita harus bijaksana untuk memilih air mata buatan yang dijual di pasaran atau dari dokter, apalagi kalau penggunaannya dalam jangka panjang,” kata dr. Novita.
TIDAK SEKADAR DIBERI OBAT TETES MATA
Kehadiran Dry Eye Center di Prime Center A. Yani juga membawa pendekatan berbeda dalam menangani pasien dengan keluhan mata kering.Dr. Novita menjelaskan, selama ini mata kering terkadang didiagnosis hanya berdasarkan keluhan pasien dan pemeriksaan sederhana. Pasien kemudian diberikan air mata buatan untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman.
“Jadi, untuk mendiagnosis mata kering dari dulu, itu sering kali hanya dengan tanya jawab. ‘Oh, ada keluhan ini, keluhan itu, oke. Dilihat matanya normal, karena normal tapi ada keluhan, ya udah mata kering’,” jelasnya.
