Diduga Jadi Korban Perundungan dan Pelecehan Seksual, Siswi SMP di Sumedang Enggan Bersekolah 

Ilustrasi bullying. (Pixabay)
Ilustrasi bullying. (Pixabay)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Seorang anak berusia 14 tahun diduga mengalami perundungan oleh teman-teman di sekolahnya. Akibat dugaan perlakuan buruk yang dialaminya, korban disebut jadi enggan berangkat sekolah.

Informasi yang dihimpun Jabar Ekspres, korban perundungan tersebut merupakan peserta didik Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang.

Tokoh pemuda Wado, Kosam Erawan mengatakan, kabar dugaan perundungan tersebut sudah cukup ramai jadi perbincangan.

Baca Juga:Tim PAKEM Kejari Cimahi Serap Aspirasi Warga Cireundeu, Isu Bullying dan Zonasi SMP Jadi SorotanNakes RSUD Cicalengka Dipecat Gegara Diduga Bully Pasien BPJS, KDS: Saya Sangat Kecewa

Korban diduga mendapatkan perlakuan perundungan oleh teman-temannya sejak duduk di kelas VII hingga menjelang naik ke kelas VIII.

Akibatnya korban diduga terdampak secara mental, sehingga dirinya enggan kembali bersekolah.

“Dibully sejak masuk sekolah kelas 1 SMP. sampai mau naik kelas 2. karena terus dibully, anak enggak mau sekolah,” katanya saat dikonfirmasi pada Kamis (8/10/2026).

Menurut Kosam, persoalan tersebut kemudian berkembang setelah korban tidak lagi bersekolah.

Korban disebut mulai berkenalan dengan seseorang melalui media sosial hingga muncul dugaan pelecehan seksual oleh teman laki-lakinya.

“Karena tidak sekolah, pergaulan bebas, berawal kenalan di medsos. Terjadi lah pelecehan oleh teman laki-lakinya,” bebernya.

Kosam menjelaskan, dugaan terjadinya pelecehan seksual tersebut awalnya diungkap oleh ayah korban.

Baca Juga:Pemkab Bandung Perkuat Pembinaan Nakes Usai Kasus Bullying PasienMotif Pembunuhan 'Pak Ogah', Pelaku Dendam Sering Dibully Korban

Akan tetapi, setelah ditelusuri, diketahui bahwa alasan awal korban tidak bersekolah diduga berkaitan dengan perundungan.

Sebelumnya, Kosam menyebut dugaan perundungan terhadap korban terjadi pada Juli 2026 dan baru diketahui belakangan. (Bas)

0 Komentar