JABAR EKSPRES – Kebakaran lahan terjadi di kawasan Jalan Ciseupan, RT 07/RW 07, Kelurahan Cibeber, Kota Cimahi, Rabu (7/10/2026) siang. Kebakaran lahan di Cibeber Cimahi tersebut diduga dipicu aktivitas pembakaran liar yang dilakukan secara lalai.
Kepala Seksi Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Aep Mulyana, mengatakan laporan kebakaran lahan diterima petugas pada pukul 14.32 WIB.
Setelah laporan diterima, petugas Regu 3 langsung bergerak menuju lokasi. Petugas tiba sekitar pukul 14.39 WIB atau hanya tujuh menit setelah laporan masuk.
Baca Juga:Bandung Barat Ubah Paradigma Pengelolaan Aset, Dari Sekadar Tercatat Menjadi Bernilai ManfaatPanas Bumi Galunggung Dipromosikan untuk Gaet Investor
Berdasarkan laporan penanganan kejadian, api diperkirakan mulai muncul sekitar pukul 14.05 WIB. Kobaran kemudian merambat dan membakar lahan hingga area terdampak mencapai sekitar 600 meter persegi dari total luas objek kurang lebih 5.000 meter persegi.
“Petugas langsung menuju lokasi setelah menerima laporan. Regu 3 tiba di lokasi sekitar pukul 14.39 WIB,” kata Aep saat dikonfirmasi, Kamis (8/10/26).
Penanganan dilakukan dengan gerak cepat untuk mencegah api semakin meluas. Proses pemadaman dan penanganan berlangsung hingga sekitar pukul 15.32 WIB.
Usai api berhasil dipadamkan, petugas melanjutkan proses pendinginan dan melakukan pendataan di sekitar lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi kembali menyala.
Dalam kejadian kebakaran lahan di Cimahi ini, tidak dilaporkan adanya korban meninggal dunia maupun korban luka berat. Lahan yang terbakar diketahui merupakan milik Kerta.
Petugas menduga kebakaran terjadi akibat kelalaian dalam aktivitas pembakaran. Kondisi tersebut dinilai berisiko memicu kobaran api yang lebih besar, terutama ketika api dengan cepat merambat ke area di sekitarnya.
Selain melakukan pemadaman, petugas juga memberikan edukasi kepada warga sekitar agar tidak melakukan pembakaran secara sembarangan. Masyarakat diminta lebih waspada terhadap aktivitas yang dapat menjadi sumber kebakaran lahan.
Baca Juga:AQUA DBL Dance Jadi Panggung Anak Muda Ekspresikan Wastra NusantaraKerja ke Jepang Dibuka untuk Perempuan Tasikmalaya, Kuota Hanya 10 Orang
Setelah lokasi dipastikan aman dan tidak ditemukan lagi titik api, Regu 3 meninggalkan lokasi dan kembali ke Mako pada pukul 15.40 WIB.
Aep mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Pasalnya, api yang awalnya kecil dapat dengan cepat merembet dan meluas apabila tidak segera ditangani.
“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, terlebih ketika api berpotensi dengan cepat merembet dan meluas ke area sekitarnya,” tandas Aep. (Mong)
