JABAR EKSPRES – Kebiasaan menatap layar gadget dalam waktu lama menjadi salah satu hal yang perlu diwaspadai dalam menjaga kesehatan mata pelajar.
Di Bandung Barat, gangguan penglihatan bahkan membuat sejumlah siswa kesulitan mengikuti pelajaran di kelas.
Salah satunya dialami Alufia Putri Hariyansyah, siswi kelas 9 SMP Negeri 3 Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Ia kerap harus menyipitkan mata ketika membaca tulisan di papan tulis karena mengalami mata minus 1,75 pada kedua matanya.
Baca Juga:Renovasi Stadion Kaliki Dilanjutkan, Aktivis dan KONI Desak Standar PSSICegah Risiko Gempa, Rapid Indonesia, Semut Tangsel, dan IEA Edukasi Siswa PKBM Binar
Gangguan tersebut baru diketahui setelah Alufia menjalani pemeriksaan mata. Selama ini, kondisi penglihatannya membuat proses belajar tidak selalu berjalan optimal karena tulisan di papan terlihat kabur.
“Kalau melihat papan tulis memang terganggu. Saya harus menyipitkan mata supaya tulisannya kelihatan,” kata Alufia usai menerima kacamata gratis di PT Rohto Laboratories Indonesia, Cimareme, Kamis (8/10/2026).
Alufia menjadi satu dari enam siswa di kelasnya yang menjalani pemeriksaan mata sekaligus mendapatkan kacamata. Setelah menggunakan kacamata sesuai hasil pemeriksaan, ia mengaku lebih mudah melihat tulisan dari jarak jauh.
“Sekarang melihat tulisan di papan lebih jelas. Saya bersyukur bisa diperiksa dan mendapatkan kacamata. Semoga siswa lain yang mengalami hal serupa juga bisa terbantu,” ujarnya.
Presiden Direktur PT Rohto Laboratories Indonesia, Mukdaya Massid mengatakan, penggunaan gadget dalam durasi panjang menjadi salah satu kebiasaan yang perlu diperhatikan dalam menjaga kesehatan mata anak dan remaja. Terlebih, penggunaan perangkat digital kini semakin melekat dalam aktivitas belajar maupun hiburan.
“Anak-anak sekarang cukup dekat dengan gadget. Yang perlu diperhatikan adalah durasi penggunaannya, jarak pandang dan memberikan waktu istirahat bagi mata,” kata Mukdaya.
Menurutnya, kebiasaan menatap layar terlalu lama dapat membuat mata mengalami kelelahan dan kering. Karena itu, siswa perlu dibiasakan memberikan jeda ketika menggunakan gadget dan tidak terus-menerus fokus pada layar dalam waktu panjang.
Baca Juga:35 Tahun Len, Dorong Kemandirian Teknologi Pertahanan Indonesia dari Riset hingga IndustrialisasiWabup Dorong SOR Mangunreja Berstandar FIFA, Bidik Homebase Persitas
“Jangan sampai penggunaan gadget membuat anak lupa mengistirahatkan matanya. Ketika mata mulai terasa lelah atau muncul keluhan penglihatan, sebaiknya segera diperiksa,” ujarnya.
Selain faktor kebiasaan menggunakan gadget, Mukdaya menyebut masih banyak gangguan penglihatan pelajar yang tidak terdeteksi karena jarang melakukan pemeriksaan mata.
