Pelajar di Bandung Barat Diminta Waspadai Dampak Terlalu Lama Tatap Gadget

Presiden Direktur PT Rohto Laboratories Indonesia, Mukdaya Massid saat ditemui usai menghadiri kegiatan ROHTO
Presiden Direktur PT Rohto Laboratories Indonesia, Mukdaya Massid saat ditemui usai menghadiri kegiatan ROHTO Peduli “Joy of Seeing” di Cimareme. Kamis (8/10). Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

Dalam program ROHTO Peduli “Joy of Seeing”, pihaknya menemukan siswa yang bahkan sudah bertahun-tahun tidak memeriksakan kondisi matanya.

“Ada anak yang sampai empat tahun tidak memeriksakan mata. Kami juga menemukan kacamata yang sudah rusak dan hanya disambung menggunakan selotip karena belum mampu membeli yang baru,” katanya.

Ia menilai pemeriksaan mata secara berkala penting dilakukan, terutama ketika anak mulai menunjukkan tanda seperti sering menyipitkan mata, mendekatkan wajah ketika membaca atau kesulitan melihat tulisan di papan tulis.

Baca Juga:Renovasi Stadion Kaliki Dilanjutkan, Aktivis dan KONI Desak Standar PSSICegah Risiko Gempa, Rapid Indonesia, Semut Tangsel, dan IEA Edukasi Siswa PKBM Binar

Persoalan tersebut juga menjadi perhatian karena gangguan penglihatan tidak hanya berdampak terhadap kenyamanan, tetapi dapat menghambat siswa dalam mengikuti kegiatan belajar. Edukasi kepada guru dan orang tua dinilai penting agar tanda-tanda gangguan mata dapat dikenali lebih awal.

Rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kepedulian kesehatan mata dalam momentum 30 tahun PT Rohto Laboratories Indonesia.

“Selain menyasar pelajar, kegiatan tahun ini juga mencakup operasi katarak gratis di delapan titik di Jakarta, Banten, Makassar, Surabaya, Malang, Solo hingga Semarang dengan target 500 penerima manfaat,” katanya.

Mukdaya berharap kesadaran menjaga kesehatan mata dapat dibangun sejak usia sekolah, termasuk dengan membatasi waktu menatap layar dan melakukan pemeriksaan ketika mulai muncul gangguan penglihatan.

“Yang paling penting adalah membangun kebiasaan menjaga mata sejak dini. Jangan menunggu penglihatan terganggu baru kemudian melakukan pemeriksaan,” pungkasnya. (Wit)

0 Komentar