Lebih lanjut, Ono menegaskan bahwa keberhasilan program relawan kesehatan tidak hanya diukur dari jumlah personel yang telah dibentuk maupun banyaknya peserta pelatihan.
Ia memastikan setiap relawan nantinya diwajibkan membuat laporan mengenai aktivitas pendampingan, termasuk jumlah masyarakat yang telah mendapatkan bantuan dalam mengakses pelayanan kesehatan. Laporan tersebut akan menjadi dasar evaluasi untuk mengukur efektivitas kerja relawan di lapangan.
“Pelatihan ini bukan akhir. Setiap relawan harus membuat laporan berapa warga yang sudah didampingi. Dari laporan itu akan kita evaluasi apakah relawan benar-benar bekerja,” tegas Ono.
Baca Juga:Telkom University Resmi Luncurkan Fakultas Kedokteran Berbasis AIUpstream Youth Champs 2026 Ajak Mahasiswa ITENAS Kenali Industri Hulu Migas
Bahkan, pihaknya membuka kemungkinan melakukan pergantian terhadap relawan yang dinilai tidak aktif atau tidak menjalankan tugas pendampingan sebagaimana mestinya. Ono berharap keberadaan jaringan relawan kesehatan hingga tingkat desa dan kelurahan dapat membantu masyarakat mengatasi berbagai hambatan dalam memperoleh pelayanan medis.
“Mudah-mudahan dengan langkah yang dilakukan PDI Perjuangan ini, kita bisa membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Jawa Barat,” pungkasnya. (bbs)
