JABAR EKSPRES – Indonesia didorong untuk tidak lagi mengandalkan ekspor rumput laut dalam bentuk bahan mentah. Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menilai komoditas kelautan tersebut memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah melalui penguatan industri pengolahan, teknologi, dan riset.
Luhut mengatakan proses hilirisasi rumput laut perlu segera dilakukan agar potensi sumber daya kelautan Indonesia dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar di dalam negeri.
“Kami ingin melihat hilirisasi rumput laut ini dilakukan dalam waktu dekat, tidak terlalu lama lagi,” kata Luhut dikutip dari ANTARA, Senin (5/10).
Baca Juga:Bapanas Siapkan Subsidi Angkut untuk Redam Gejolak Harga Ayam295 Pedagang Ditata, Alun-Alun dan Terminal Singaparna Diproyeksikan Bebas PKL serta Parkir Liar
Menurut Luhut, Indonesia memiliki sumber daya kelautan yang melimpah. Namun, besarnya potensi tersebut perlu diikuti kemampuan mengolahnya menjadi produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi.
Ia menyebut pengalaman pengembangan industri nikel dapat menjadi salah satu pembelajaran bagi hilirisasi rumput laut. Pengembangan industri berbasis sumber daya alam, menurutnya, membutuhkan dukungan investasi, teknologi, serta ekosistem industri yang mampu menciptakan nilai tambah di dalam negeri.
Dalam konteks tersebut, kerja sama Indonesia dan China dinilai dapat berperan dalam memperkuat pengembangan industri strategis. Luhut menyebut nilai investasi China di Indonesia dalam sekitar satu dekade terakhir telah mencapai lebih dari 70 miliar dolar AS.
Namun, Luhut menekankan bahwa kemitraan ekonomi kedua negara tidak seharusnya berhenti pada pembangunan pabrik dan fasilitas produksi. Kerja sama perlu diperluas ke sektor penelitian, pengembangan teknologi, inovasi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Kami ingin bergerak dari kemampuan industri dan transfer teknologi menuju inovasi bersama, serta dari infrastruktur fisik menuju pengembangan manusia dan pengetahuan,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, Luhut juga mengajak Universitas Tsinghua dan mitra dari China memperkuat kerja sama melalui pembangunan laboratorium bersama, program penelitian, serta kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri.
Menurut dia, penguatan riset menjadi bagian penting dalam upaya Indonesia mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam. Hal tersebut tidak hanya berlaku untuk komoditas kelautan seperti rumput laut, tetapi juga sektor pertanian dan berbagai sumber daya lokal lainnya.
