SADESSA Jadi Investasi SDM Desa, Puluhan Mahasiswa Tasikmalaya Dapat Kuliah Gratis

Mahasiswa yang lolos program Sadessa saat mengikuti pengarahan dari Pemkab Tasikmalaya.
Mahasiswa yang lolos program Sadessa saat mengikuti pengarahan dari Pemkab Tasikmalaya.
0 Komentar

Dengan pola satu desa melahirkan sarjana, pemerintah daerah memiliki peluang membangun sumber daya manusia yang lebih dekat dengan persoalan dan potensi wilayahnya.

Para penerima diharapkan tidak kehilangan hubungan dengan desa asal. Sebaliknya, pengalaman akademik yang diperoleh di perguruan tinggi dapat menjadi bekal ketika mereka nantinya terjun ke masyarakat, baik dalam pemerintahan, dunia usaha, pendidikan, teknologi maupun sektor pembangunan lainnya.

Karena itu, Cecep juga memberikan apresiasi kepada para orang tua yang selama ini mendukung anak-anak mereka menempuh pendidikan.

Baca Juga:LUTD Dinilai Bisa Jadi Pintu Masuk Transisi Energi di Jawa BaratEmpat Hari Pencarian, Dua Nelayan Cipatujah yang Hilang Ditemukan Meninggal

Ia meminta dukungan tersebut terus diberikan hingga para mahasiswa menyelesaikan pendidikan.

“Kepada para orang tua mahasiswa, saya juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih. Mohon terus berikan dukungan, motivasi, dan doa agar mereka dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik,” ungkapnya.

Melalui SADESSA, pembangunan Kabupaten Tasikmalaya diharapkan tidak hanya terlihat dari jalan, gedung maupun infrastruktur lainnya. Investasi pembangunan juga ditanam melalui anak-anak muda desa yang dipersiapkan menjadi sarjana dan kelak diharapkan kembali memberi manfaat bagi daerah.

Sebab, pembangunan yang bertahan dalam jangka panjang tidak hanya membutuhkan infrastruktur yang kuat, tetapi juga manusia yang mampu mengelola, mengembangkan dan melanjutkan pembangunan tersebut. (Hen)

Laman:

1 2
0 Komentar