JABAR EKSPRES – Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyiapkan skema rantai pasok ikan lokal untuk mendukung kebutuhan protein dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Skema tersebut diwujudkan melalui JARING MINA SPPG yang mengintegrasikan UPTD Pembenihan Ikan, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), pembudidaya ikan, Unit Pengolahan Ikan (UPI), hingga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan KBB, Wiwin Aprianti, mengatakan JARING MINA SPPG dirancang sebagai model tata kelola rantai pasok ikan lokal yang mengintegrasikan aktor, proses, kebijakan dan data.
Baca Juga:Kemarau Tekan Produksi, Harga Sayuran Bandung Barat Merangkak NaikGALAKSI Desak DPP PKS Copot Muhammad Mahdi dari Jabatan Ketua DPRD Bandung Barat
“Rantai tersebut dimulai dari UPTD Pembenihan Ikan, kemudian KDMP dan budidaya, UPI, SPPG hingga penerima manfaat,” kata Wiwin, Senin (5/10/2026).
Menurutnya, skema tersebut membuat produksi ikan diarahkan berdasarkan kebutuhan SPPG atau bersifat demand-driven. Dengan begitu, produksi dapat disesuaikan dengan kebutuhan di sisi hilir.
Wiwin menjelaskan, UPTD Pembenihan Ikan nantinya berperan menyediakan benih berkualitas. Sementara KDMP bersama pembudidaya menjalankan produksi sekaligus memperkuat fungsi agregasi ekonomi desa.
Selanjutnya, hasil budidaya dapat diolah UPI untuk memberikan nilai tambah sebelum disalurkan kepada SPPG sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan pangan bergizi.
“Produksi diarahkan menjadi demand-driven, yaitu disusun berdasarkan kebutuhan SPPG. Sistem tersebut juga diperkuat dengan kepastian offtake, SOP, serta dashboard monitoring,” ujarnya.
Dashboard tersebut nantinya digunakan untuk memantau produksi, stok, mutu dan distribusi. Sistem ini diharapkan membuat rantai pasok ikan lokal lebih terukur dan tidak berjalan secara parsial.
Selain memperkuat pasokan untuk SPPG, Wiwin menyebut program tersebut diharapkan memberikan kepastian pasar bagi pembudidaya, meningkatkan produktivitas KDMP, serta mendorong aktivitas ekonomi di tingkat desa.
Baca Juga:Ratusan Warga Bandung Barat Bakal Tempati Hunian Lebih LayakImbas Kemarau Panjang, Produksi Ikan di Bandung Barat Anjlok 902 Ton
Peluncuran JARING MINA SPPG juga ditandai dengan penyerahan simbolis bantuan benih ikan kepada 24 desa penerima bantuan Kolam Mini RAS dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Wiwin mengatakan bantuan tersebut menjadi bagian dari langkah awal untuk membangun rantai pasok ikan yang terhubung dari hulu hingga hilir.
“Harapannya, alur benih UPTD, budidaya KDMP atau Mini RAS, produk olahan UPI sampai menjadi menu SPPG bisa dibuktikan melalui satu rantai pasok yang nyata dan terukur,” pungkasnya. (Wit)
