JABAR EKSPRES – Pencurian kabel di jalur kereta cepat Whoosh ternyata tidak hanya menimbulkan kerugian material. Insiden pemotongan kabel persinyalan pada 7 September 2026 itu turut mengganggu operasional KCIC, membuat lima perjalanan tertahan hingga 1,5 jam dan berdampak pada ribuan penumpang.
Dampak pencurian kabel KCIC bahkan menyentuh aspek keselamatan perjalanan kereta cepat Whoosh. Sebab, kabel yang dicuri merupakan bagian dari sistem keamanan dan persinyalan yang dirancang untuk memastikan perjalanan kereta tetap berjalan aman.
General Manager Corporate Secretary PT KCIC, Eva Chairunisa, menegaskan tidak ada toleransi terhadap pihak yang mengganggu keamanan jalur kereta cepat Whoosh. Menurutnya, setiap pelanggaran akan diproses melalui jalur hukum.
Baca Juga:Kerja ke Jepang Dibuka untuk Perempuan Tasikmalaya, Kuota Hanya 10 OrangWater Cannon Polres Tasikmalaya Tak Lagi Hadapi Massa, Kini Datangi Emak-Emak yang Perlu Air Bersih
“Kereta Whoosh mengangkut 19.000 hingga 22.000 penumpang setiap hari. Ini merupakan Objek Vital Nasional. Pencurian kabel bukan sekadar mengambil besi, tapi mematikan sistem pengamanan yang melindungi ratusan nyawa di setiap perjalanan. Tidak ada kompromi, kami tindak tegas melalui jalur hukum,” tegas Eva, Jum’at (2/10/2026).
Eva menjelaskan, kabel yang menjadi sasaran pencurian di jalur kereta cepat Whoosh memiliki fungsi vital. Salah satunya kabel grounding yang berperan menyalurkan arus petir ke tanah sehingga tidak merusak sistem maupun membahayakan penumpang.
Jika kabel grounding hilang, sistem keamanan KCIC dapat terganggu karena arus petir berpotensi menyebar ke sejumlah bagian infrastruktur jalur kereta cepat, termasuk struktur rel, pagar peredam suara hingga badan kereta.
“Jika hilang, arus petir dapat menyebar ke struktur rel, pagar peredam suara, hingga badan kereta,” jelasnya.
Selain kabel grounding, terdapat pula kabel track circuit yang menjadi bagian penting dalam sistem persinyalan kereta cepat Whoosh. Kabel tersebut berfungsi mendeteksi keberadaan kereta di jalur sehingga pusat kendali dapat mengetahui kondisi lintasan secara langsung.
Ketika kabel track circuit dipotong, sistem KCIC secara otomatis mendeteksi adanya gangguan. Jalur kemudian ditandai merah dan perjalanan dihentikan sementara untuk memastikan keamanan.
“Saat kabel track circuit dipotong pada 7 September, pusat kendali operasi di Tegalluar langsung mendeteksi gangguan, jalur ditandai merah, sehingga perjalanan dihentikan sementara tim turun mengecek,” terangnya.
