Bukan Sekadar Telat, Pencurian Kabel Whoosh Ternyata Bisa Ancam Keselamatan Penumpang

Polres Cimahi dan Perwakilan PT KCIC saat Konferensi Pers Pencurian Kabel Sinyal dan Grounding di Jalur KCIC (
Polres Cimahi dan Perwakilan PT KCIC saat Konferensi Pers Pencurian Kabel Sinyal dan Grounding di Jalur KCIC (Mong)
0 Komentar

Proses pemeriksaan dan pemulihan akibat pencurian kabel KCIC tersebut membutuhkan waktu hingga 1,5 jam. Kondisi ini kemudian menyebabkan lima perjalanan kereta cepat Whoosh mengalami keterlambatan dan membuat penumpang harus menunggu lebih lama.

“Sistem kami dirancang ketat, begitu ada gangguan, kereta berhenti. Itu sebabnya tidak terjadi kecelakaan. Tapi bayangkan jika sistem gagal mendeteksi, dampaknya bisa tidak terbayangkan. Ini bukan soal kerugian uang, ini soal nyawa,” ujarnya.

Untuk mencegah kejadian serupa, KCIC telah menerapkan sistem pengamanan berlapis di sepanjang jalur kereta cepat Whoosh sepanjang 142 kilometer. Jalur tersebut dilengkapi pagar kawat berduri dan 1.773 unit CCTV.

Baca Juga:Kerja ke Jepang Dibuka untuk Perempuan Tasikmalaya, Kuota Hanya 10 OrangWater Cannon Polres Tasikmalaya Tak Lagi Hadapi Massa, Kini Datangi Emak-Emak yang Perlu Air Bersih

Selain pengawasan melalui kamera, lebih dari 500 personel juga dikerahkan untuk melakukan patroli di sekitar jalur kereta cepat, dengan jarak pengawasan sekitar setiap 500 meter.

Eva mengatakan pusat kendali operasi KCIC memantau kondisi jalur secara langsung. Dengan sistem tersebut, gangguan sekecil apa pun di sekitar lintasan diharapkan dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti.

Meski demikian, pengamanan kereta cepat Whoosh dinilai tidak bisa hanya mengandalkan petugas dan teknologi. KCIC juga meminta masyarakat yang tinggal di sekitar jalur ikut menjadi bagian dari pengawasan.

Masyarakat diminta segera melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan, seperti orang yang memanjat pagar, memotong kabel atau membawa kabel di sekitar jalur kereta cepat Whoosh. Laporan dapat disampaikan melalui stasiun terdekat maupun langsung kepada pihak kepolisian.

“Kami sudah berupaya maksimal, tapi mata kami tidak bisa ke mana-mana sendirian. Warga adalah pengawas terluas yang kami miliki. Satu laporan tepat waktu bisa mencegah kerugian ratusan juta dan menyelamatkan banyak nyawa,” pungkasnya. (Monk)

0 Komentar