“Bahwa sekira pukul 17.30 WIB, DH sedang bersantai di rumah lantai dua dikarenakan dirumah tersebut hanya berdua (dengan ibu tirinya). Tidak lama kemudian (DH) turun ke lantai satu dengan membawa pisau dapur dan alat kejut listrik (Stunt Gun) lalu menghampiri Apriyanti dan menempelkan Stun Gun ke badan korban lalu korban jatuh. Tak lama kemudian (DH) menusuk leher, perut, pelipis kanan dan mata kanan. Tak lama DH langsung duduk di ruangan belakang warung. Tak lama tetangga datang dan melihat dan tak lama ayah kandung (pelaku) membawa Apriyanti ke rumah sakit Ujungberung,” ungkapnya.
Menurut hasil pemeriksaan sementarannya, Anang mengatakan tindakan DH Diduga didasari oleh dendam yang cukup lama terhadap korban.
“Menurut keterangan terduga pelaku sudah lama menyimpan dendam tersebut terhadap ibu tiri nya sendiri, dan melakukan aksi nya disaat terduga pelaku dan korban hanya berdua dirumah tersebut,” ucapnya.
Baca Juga:Pakar Unpad: Program LUTD PLN UID Jabar Perlu Sesuaikan Karakter WilayahPerkuat Inovasi Transisi Energi, PGN Raih Platinum Award InTechSEA 2026
Kini untuk pelaku, Anang menuturkan telah dibawa ke Mapolsek Panyileukan untuk dilakukan proses pemeriksaan lebih lanjut. Sementara untuk petugas yang berada di lokasi, telah melakukan serangkaian olah TKP untuk mengetahui motif yang sebenarnya terjadi.
(San).
