JABAR EKSPRES – Pemerintah pusat mendorong Jawa Barat memperkuat pengembangan ekowisata sebagai model pariwisata yang mampu menciptakan nilai ekonomi sekaligus menjaga keanekaragaman hayati.
Menteri Lingkungan Hidup (LH) Mohammad Jumhur Hidayat mengatakan, pengembangan ekowisata harus mampu mempertemukan kepentingan ekonomi, dunia usaha, pariwisata, serta upaya pelestarian dan pemulihan lingkungan.
“Pemerintah sangat serius mendorong eco tourism atau ekowisata, karena ini merupakan kegiatan ekonomi yang sekaligus bisa memuliakan lingkungan,” kata Jumhur saat ditemui di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (30/9/2026).
Baca Juga:KDS Dorong Ekowisata Citarik Jadi Model Edukasi Pengelolaan Sampah Berbasis DesaDari Sungai ke Solusi, Ekowisata Citarik Jadi Percontohan Penanganan Sampah di Kabupaten Bandung
Menurutnya, potensi keanekaragaman hayati yang dimiliki Jawa Barat dapat dikelola menjadi kekuatan ekonomi melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, sektor pariwisata, dan masyarakat.
“Jawa Barat memiliki potensi besar untuk mengembangkan pariwisata berbasis lingkungan,” katanya.
Ia menilai, di Jabar seperti Kawasan Cisarua hingga Lembang menjadi salah satu wilayah yang memiliki daya tarik alam dan dapat dikembangkan dengan tetap memperhatikan keberlanjutan.
“Pengembangan ekowisata tidak boleh mengabaikan aturan lingkungan. Setiap aktivitas pariwisata harus tetap berjalan dalam koridor regulasi, terutama ketentuan terkait perlindungan dan pemulihan lingkungan,” katanya.
Ia menambahkan, kelestarian lingkungan justru menjadi bagian penting dalam membangun daya tarik ekowisata. Karena itu, pengembangan destinasi harus diiringi dengan pengawasan agar aktivitas wisata tidak merusak kawasan yang menjadi daya tariknya.
Di sisi lain, Jumhur meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan kemudahan dari sisi perizinan agar pengembangan ekowisata tidak terhambat proses administratif, sepanjang seluruh persyaratan lingkungan tetap dipenuhi.
“Pemprov Jabar jangan mempersulit izin. Tapi sekali lagi, dalam rangka ekoturisme, seluruh aturan yang terkait dengan pemulihan lingkungan harus turut dijaga dan tentunya kita akan terus mengawasi,” pungkasnya. (Wit)
