Peluang ekspor juga terlihat dari keikutsertaan 75 pelaku usaha yang difasilitasi Kementerian UMKM dalam China International Small and Medium Enterprises Fair (CISMEF) 2026 di Guangzhou, China.
Dalam ajang tersebut, pelaku UMKM dari sejumlah sektor, seperti kopi, cocopeat, teripang, kerupuk, dan rendang, mencatat kontrak dagang senilai Rp54,6 miliar. Mereka juga membukukan transaksi business to consumer (B2C) sebesar Rp325,5 juta serta mencatat potensi transaksi business to business (B2B) mencapai Rp76,9 miliar.
Maman menekankan bahwa peluang pasar internasional perlu diimbangi dengan kualitas produk dan kepatuhan terhadap persyaratan negara tujuan.
Baca Juga:IHG Hotels & Resorts Resmi Menjadi Mitra Hotel Rugby World Cup Putra 2027Strategi Pemkab Tasikmalaya Putus Mata Rantai Kemiskinan
“UMKM kita harus memiliki produk berkualitas dan memenuhi standar, serta mencukupi persyaratan karantina negara tujuan ekspor agar siap masuk pasar global dan menjangkau pembeli dari luar negeri,” ucap Maman.
