Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah laporan tertinggi, yakni 282.762 kasus, disusul Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Sumatera Utara. Meskipun demikian, munculnya H1N1pdm09 tersebut tidak berarti Indonesia kembali mengalami pandemi seperti 2009.
Virus H1N1pdm09 sudah menjadi bagian dari influenza musiman yang beredar di masyarakat. Hal yang berubah adalah pola sirkulasinya dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, peningkatan kasus tetap perlu dipantau untuk mengetahui apakah terjadi perubahan pola yang berarti.
Pemantauan tersebut dilakukan melalui surveilans influenza-like illness atau ILI dan Severe Acute Respiratory Infections (SARI) di berbagai fasilitas kesehatan.
Vaksin dan Pengobatan
Baca Juga:Temui Gubernur Banten, Telkom Akses Dorong Penguatan dan Penataan Infrastruktur DigitalFeel Koplo Guncang CFD Bekasi di Extrajoss Ultimate Takeover
Influenza memang terus berubah, tetapi bukan berarti tidak dapat dihadapi. Salah satu obat yang digunakan untuk influenza adalah oseltamivir. Obat ini bekerja menghambat neuraminidase, salah satu protein yang membantu virus menyebar dari sel yang telah terinfeksi.
Pengobatan dengan antivirus memberikan manfaat paling besar ketika diberikan sedini mungkin, terutama dalam 48 jam pertama sejak gejala muncul. Pada kasus tertentu, dokter dapat memberikan obat antivirus setelah periode tersebut, terutama jika pasien mengalami penyakit berat atau termasuk kelompok berisiko tinggi.
Selain pengobatan, vaksinasi tetap menjadi salah satu cara penting untuk mengurangi risiko influenza berat. Vaksin tidak selalu berarti seseorang tidak akan tertular influenza. Namun, vaksinasi ditujukan untuk membantu sistem kekebalan mengenali virus dan mengurangi risiko penyakit berat.
Karena virus influenza terus mengalami perubahan, komposisi vaksin juga perlu diperbarui secara berkala agar sesuai dengan virus yang diperkirakan akan banyak beredar.
Langkah sederhana juga tetap penting. Mencuci tangan, menjaga kebersihan, menggunakan masker ketika sedang sakit, menutup mulut dan hidung ketika batuk atau bersin, serta mengurangi kontak dengan orang lain ketika mengalami gejala influenza dapat membantu mengurangi penyebaran.
Sekali lagi, Influenza A bukan virus baru. Manusia telah menghadapinya selama lebih dari satu abad. Yang berubah adalah virusnya.
Perubahan kecil dapat membuat suatu jenis influenza lebih mudah menyebar pada musim tertentu. Dalam kondisi lain, perubahan genetik yang lebih besar dapat menghasilkan virus yang benar-benar baru bagi sebagian besar manusia.
