JABAR EKSPRES – Dua pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Bandung Barat (KBB) terpaksa kembali ke tanah air setelah kondisi kesehatan mereka memburuk selama bekerja di luar negeri secara ilegal.
Keduanya bekerja di Malaysia dan Arab Saudi tanpa melalui prosedur penempatan resmi. Saat dipulangkan, kondisi kesehatan keduanya sudah cukup memprihatinkan dengan tubuh yang terlihat kurus dan lemah.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) KBB Yoppie Indrawan Iskandar membenarkan adanya pemulangan dua PMI tersebut. Menurutnya, kedua PMI itu mengalami persoalan kesehatan serius saat berada di negara tempat mereka bekerja.
Baca Juga:Ombudsman Bongkar Hunian 'Standar Apartemen' di Lapas Cibinong, Ada Dapur hingga KulkasDua Tahun Berjuang Buka C1 Plano, Sengketa Pemilu 2024 Tasikmalaya Kini Masuk Babak Eksekusi PTUN
“Memang ada dua PMI asal Bandung Barat yang dipulangkan karena sakit. Keduanya bekerja di luar negeri melalui jalur nonprosedural,” ujar Yoppie, Kamis (24/9/2026).
Yoppie mengatakan, satu PMI dipulangkan dari Malaysia, sementara satu lainnya berasal dari Arab Saudi. Keduanya merupakan laki-laki dan diketahui positif HIV/AIDS.
Namun, identitas kedua PMI tersebut tidak tercatat dalam database Disnaker KBB karena keberangkatannya tidak melalui jalur resmi.
“Karena berangkatnya tidak melalui prosedur resmi, data mereka tidak tercatat di Disnaker. Kami baru mengetahui ketika muncul persoalan dan ada proses pemulangan,” katanya.
Setelah tiba di Indonesia, Disnaker KBB berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB untuk memantau kondisi kesehatan kedua PMI tersebut dan memastikan mereka mendapatkan penanganan yang diperlukan.
Yoppie menyebut kasus tersebut menjadi salah satu gambaran risiko yang dihadapi masyarakat ketika memilih bekerja ke luar negeri melalui jalur ilegal. Selain persoalan kesehatan, PMI nonprosedural juga rentan menghadapi masalah hukum dan kesulitan memperoleh perlindungan.
Sepanjang Januari hingga September 2026, Disnaker KBB mencatat sedikitnya 17 laporan PMI bermasalah. Sebanyak 12 PMI di antaranya telah dipulangkan ke daerah asal.
Baca Juga:Kenal di Rinjani, Lanjut Naik Kerinci, Pasangan Ini Akhirnya MenikahPolres Tasikmalaya Buka Pendaftaran Binlat Khusus Santri, Ada Syarat Hafal 3 Juz Al-Qur’an
“Yang kami tangani persoalannya bermacam-macam, mulai dari sakit, kecelakaan sampai ada yang meninggal dunia. Ini menunjukkan pentingnya memastikan keberangkatan dilakukan melalui jalur resmi,” ungkap Yoppie.
Menurutnya, masih adanya warga yang memilih jalur ilegal salah satunya dipengaruhi keinginan untuk segera mendapatkan pekerjaan di luar negeri. Arab Saudi menjadi salah satu negara tujuan yang masih diminati, termasuk untuk pekerjaan di sektor domestik.
