JABAR EKSPRES – Pemerintah tampaknya terus berupaya mengembangkan bahan bakar dengan campuran etanol atau bioetanol, yang dinilai dapat mewujudkan kemandirian energi.
Bahkan saat ini mereka dikabarkan tengah menyiapkan pengembangan lahan hingga 2 juta hektare untuk memperkuat industri bioetanol nasional.
Hal itu disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman usai Rapat Koordinasi Percepatan Pengembangan Bioetanol bersama 44 bupati dari berbagai daerah sentra produksi di Jakarta, Senin.
Baca Juga:Prabowo Minta Batu Bara Bisa jadi Bensin, Bahlil Siap Realisasikan?Demi Hamzah Siap Bawa PERBAKIN Kabupaten Tasikmalaya Berbenah, Porprov XV Jadi Bidikan
“Pemerintah menyiapkan pengembangan lahan hingga 2 juta hektare sebagai fondasi pembangunan industri bioetanol nasional sekaligus langkah memperkuat kemandirian energi,” ujarnya, dikutip Selasa (22/9/2026).
Lahan seluas 2 juta hektare tersebut, kata Amran, akan dikembangkan untuk bioetanol yang berbasis tiga komoditas utama, yakni tebu, ubi kayu atau singkong, dan jagung.
Ia mengaku bahwa pengembangan bioetanol tidak berhenti pada optimalisasi melalui pabrik, lebih dari itu, ketersediaan bahan baku juga perlu dipastikan dapat menopang produksi.
Untuk itu, lanjut dia, pemerintah melakukan upaya pengembangan kawasan pertanian dalam skala besar dan terintegrasi dengan industri pengoiahan.
“Etanol ini butuh lahan 1 sampai 2 juta hektare dengan tiga komoditas strategis. Insya Allah kita akan bangun pabriknya, kita gerakkan masif seluruh Indonesia,” paparnya.
Tiga komoditas tersebut akan dikembangkan sesuai potensi masing-masing daerah. Tebu menjadi salah satu fokus utama karena memiliki potensi besar sebagai bahan baku bioetanol, sementara singkong dan jagung akan dikembangkan di wilayah yang memiliki kesesuaian lahan dan produktivitas tinggi.
“Ini cetak tebu, tanam tebu, tanam ubi, tanam jagung. Kita jadikan etanol,” tegas Mentan.
Baca Juga:Demi Keberlangsungan Usaha Nelayan, Ahmad Luthfi Dukung Penuh Penindakan BBM Ilegal Rasyid Aaqil Tutup Musim Terakhir dengan Bawa Dua Empat ke Big Eight Honda DBL with Kopi Good Day 2026
Menurut Amran, kepastian bahan baku merupakan fondasi penting untuk menarik investasi industri bioetanol. Karena itu, pemerintah akan melakukan konsolidasi lahan dan menyiapkan kawasan produksi sebelum pembangunan industri dilakukan secara masif.
Ia memperkirakan pembiayaan pembangunan industri dapat melibatkan BUMN dan swasta. Pemerintah akan mengambil peran dalam penyiapan kawasan, sementara investasi industri dapat diperkuat melalui keterlibatan sektor swasta.
“Anggarannya mungkin 30 persen dari BUMN, 70 persen dari swasta dan pasti swasta mau karena tanahnya disiapkan oleh negara,” beber Amran.
Dia menegaskan pengembangan bioetanol juga harus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
