Ribuan Orang Berkumpul di Alun-Alun Cimahi, Doa Hujan Dipanjatkan di Tengah Kemarau Panjang 

Ribuan Orang Berkumpul di Alun-Alun Cimahi, Doa Hujan Dipanjatkan di Tengah Kemarau Panjang 
Ribuan masyarakat bersama jajaran Forkopimda mengikuti Shalat Istisqo di Alun-Alun Kota Cimahi. (Foto: Mong/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah membuat persoalan ketersediaan air mulai dirasakan masyarakat Kota Cimahi. Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi bersama Forkopimda, MUI, ulama, tokoh agama, ASN, organisasi kemasyarakatan Islam, hingga masyarakat menggelar salat Istisqo Kota Cimahi 2026 di Alun-Alun Kota Cimahi, Selasa (22/9/2026).

Salat Istisqo Kota Cimahi dipimpin KH. Sodik M. Nawawi dan diikuti sekitar 1.000 peserta, termasuk ASN di lingkungan Pemkot Cimahi. Pelaksanaan salat tersebut menjadi ikhtiar bersama untuk memohon kepada Allah SWT agar hujan segera turun setelah kemarau panjang berdampak terhadap ketersediaan air dan aktivitas masyarakat.

Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengatakan, Salat Istisqo menjadi momentum bagi masyarakat untuk bersama-sama memanjatkan doa, memohon ampunan, sekaligus meminta pertolongan Allah SWT agar Kota Cimahi segera mendapatkan hujan.

Baca Juga:Hadapi Tekanan Pangan di Tengah Kemarau, Pemkot Cimahi Gelontorkan 66,8 Ton BerasKemarau Panjang Mengancam Pasokan Air, DPKP Cimahi Siapkan Langkah Antisipasi

“Air merupakan kebutuhan bagi manusia. Karena itu, kita bersama-sama dengan tulus dan ikhlas menyerahkan diri kepada Allah SWT, memohon ampun atas kesalahan dan kekurangan kita, serta memohon agar segera diturunkan hujan,” ujar Ngatiyana.

Menurut Ngatiyana, kemarau panjang di Kota Cimahi telah memberikan dampak terhadap masyarakat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan air. Kondisi tersebut membuat Pemerintah Kota Cimahi harus melakukan berbagai langkah penanganan untuk membantu warga yang mulai kesulitan memperoleh air bersih.

“Sudah banyak masyarakat yang membutuhkan dan meminta air kepada Pemerintah Kota Cimahi. Kita melakukan suplai air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” katanya.

Untuk menghadapi krisis air Kota Cimahi, pemerintah melalui sejumlah perangkat daerah terus melakukan pendistribusian air kepada masyarakat yang membutuhkan. Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dilibatkan dalam proses distribusi air menggunakan kendaraan pengangkut air.

Ngatiyana menegaskan, penanganan krisis air akibat kemarau panjang membutuhkan koordinasi yang kuat antara perangkat daerah dan seluruh pihak terkait. Langkah tersebut dinilai penting agar persoalan yang dialami masyarakat dapat segera direspons secara cepat dan tepat.

“Di sinilah nilai gotong royong diuji, bukan hanya pada saat keadaan mudah, tetapi terutama ketika masyarakat menghadapi kesulitan. Pemerintah perlu memastikan agar masyarakat yang paling terdampak tidak berjuang sendirian menghadapi kondisi ini,” tegasnya.

0 Komentar