JABAR EKSPRES – Mengawasi jalannya pemerintahan bukan hanya soal memastikan aturan dipatuhi. Ada tanggung jawab moral yang ikut melekat: menjaga amanah, berlaku jujur dan memastikan kewenangan yang dimiliki benar-benar bermuara pada kepentingan masyarakat.
Pesan itulah yang menjadi salah satu refleksi Inspektorat Daerah Kabupaten Tasikmalaya dalam momentum Maulid Nabi Muhammad SAW, Senin (21/9/2026).
Bagi jajaran Inspektorat, keteladanan Rasulullah tidak berhenti pada kisah sejarah atau ritual peringatan. Nilai kejujuran, kepedulian, kasih sayang dan keikhlasan justru dinilai penting untuk dibawa ke ruang kerja pemerintahan.
Baca Juga:245 Lulusan Perguruan Tinggi Tasikmalaya Dilepas Magang Nasional, Bukan Sekadar Pegang IjazahDemi Hamzah Siap Bawa PERBAKIN Kabupaten Tasikmalaya Berbenah, Porprov XV Jadi Bidikan
Kepala Inspektorat Kabupaten Tasikmalaya, Dadan Wardana, mengatakan Maulid Nabi menjadi momentum untuk kembali mengingat bahwa tugas sebagai aparatur merupakan sebuah amanah.
“Peringatan Maulid Nabi ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan momen penting untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Nilai kepedulian, keikhlasan, dan integritas yang dicontohkan Rasulullah harus menjadi landasan utama kami dalam bertugas sebagai aparatur pengawasan,” ujar Dadan.
Menurutnya, fungsi pengawasan pemerintahan pada akhirnya tidak hanya berbicara mengenai administrasi, aturan maupun prosedur. Pengawasan juga membutuhkan integritas dari orang yang menjalankannya.
Sebab, aparatur yang bertugas mengawasi harus terlebih dahulu memiliki komitmen untuk menjaga amanah dan kepentingan publik.
Pesan tersebut kemudian diterjemahkan dalam bentuk kepedulian sosial. Inspektorat menyalurkan santunan kepada anak yatim dan lansia di lingkungan sekitar kantor.
Sekretaris Inspektorat Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Enjang Rahmat Sodik, mengatakan kepedulian kepada warga sekitar merupakan bagian dari membangun hubungan yang lebih dekat antara aparatur pemerintahan dengan masyarakat.
“Melalui santunan ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dengan warga sekitar, khususnya para lansia dan anak yatim. Harapannya, ukhuwah islamiyah dan rasa kebersamaan antara Inspektorat dan masyarakat semakin kuat,” kata Enjang.
Baca Juga:Pengawasan Diperketat, Polres Tasikmalaya Sisir Jalan Cegah Begal hingga Knalpot Brong99 Mahasiswa Tasikmalaya Dapat Beasiswa Baznas, Bupati: Kelak Jadi Pemberi Manfaat
Menurut Enjang, keberadaan institusi pemerintahan semestinya tidak menciptakan jarak dengan lingkungan sekitarnya. Aparatur tetap merupakan bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab sosial.
Sementara itu, tausiah yang disampaikan Drs KH Ade Yuyu Sopiyudin memperkuat pesan tersebut. Ia mengajak jajaran aparatur untuk melihat keteladanan Rasulullah bukan hanya dalam konteks ibadah, tetapi juga dalam kehidupan sosial dan organisasi.
