Sound Alliance Bandung Jadi Pesta Musik Rock, Sarijadi Stones Complex Bawa Spirit The Rolling Stones

Sejumlah penggemar The Rolling Stones mengikuti gelaran Sound Alliance Bandung di Badak Singa 6 Communal Space
Sejumlah penggemar The Rolling Stones mengikuti gelaran Sound Alliance Bandung di Badak Singa 6 Communal Space, Coblong, Kota Bandung, Sabtu (19/9/2026). Kegiatan yang digelar komunitas Sarijadi Stones Complex (SSC) tersebut menghadirkan sejumlah grup musik rock \'n\' roll dan classic rock sebagai wadah silaturahmi serta kolaborasi lintas genre. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

“Ini yang acara yang kedua. Nanti yang tahun 2027 itu volume 2, kita akan coba nanti outdoor. Penginnya enggak indoor begini, penginnya di stadion,” ungkapnya.

Konsep lintas genre sengaja dipilih karena SSC ingin memperkenalkan musik The Rolling Stones kepada kelompok penikmat musik yang lebih luas. Selama ini, komunitas penggemar Stones dinilai memiliki ruangnya sendiri, sehingga Sound Alliance mencoba membuka batas tersebut.

“Selama ini Stones itu kan kotaknya sendiri. Kami coba dobrak itu dengan lintas genre. Tujuannya satu, memperkenalkan Stones ke genre yang lain,” kata Ana.

Baca Juga:Tiga Rumah Panggung di Bojonggambir Ludes Dilalap Api, Diduga Bara Tungku Gula Aren Jadi PemicuKebun Raya Kenalkan Koleksi Tumbuhan Indonesia di FLOII Expo 2026 Lewat Booth Interaktif

Untuk Sound Alliance Volume 1, SSC masih membatasi jenis musik yang tampil. Namun, rencana lebih besar disiapkan untuk gelaran 2027. Ana menyebut skena underground, termasuk black metal, berpeluang masuk dalam konsep Sound Alliance Volume 2.

“2027 kita akan lebih besar lagi. Jadi nanti underground-nya kita juga lebih banyak,” ujarnya.

Menurut Ana, identitas Sarijadi Stones Complex tidak menjadi penghalang untuk berkolaborasi dengan genre musik lain. Justru, semangat utama Sound Alliance Bandung adalah memperkenalkan The Rolling Stones keluar dari komunitasnya dan bertemu dengan berbagai kelompok musik.

“Prinsip orang-orang musik itu kan musik itu universal. Enggak ada orang punk, orang mana, atau kita orang Stones. Semua sama dalam alunan musik walaupun beda genre,” beber Ana.

Ia menambahkan, gelaran tersebut juga mendapat dukungan dari para sesepuh SSC. Dukungan itu menjadi salah satu alasan komunitas berencana mengembangkan acara di tahun 2027 dengan konsep yang lebih besar dan melibatkan lebih banyak musisi underground.

Sesepuh SSC, Ofik Biak, menambahkan perkembangan sebuah acara juga dapat menjadi tolok ukur bagi komunitas. Ia melihat antusiasme penonton dari berbagai daerah sebagai bagian penting dalam perjalanan Sarijadi Stones Complex dan komunitas The Rolling Stones di Bandung.

Ofik menjelaskan, Sarijadi Stones Complex telah menjadi bagian dari Komunitas The Rolling Stones Indonesia. Di Kota Bandung sendiri terdapat sejumlah distrik atau komunitas penggemar Stones, seperti Manglayang, Regstoon, BSN, dan SSC.

0 Komentar