Kunjungi Tasik, Kapolda Intruksikan Tindak Tegas dan Terukur untuk Begal dan Geng Motor Pembuat Onar

Kedatangan Kapolda disambut Bupati dan Tokoh Agama
Kedatangan Kapolda disambut Bupati dan Tokoh Agama
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pesan keras disampaikan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto saat melakukan kunjungan kerja ke Tasikmalaya, Jumat (18/9/2026) sore.

Di tengah keresahan masyarakat terhadap kejahatan jalanan, termasuk aksi begal dan geng motor, Kapolda menginstruksikan jajaran kepolisian agar tidak ragu melakukan penindakan.

Namun, ketegasan itu harus tetap berada dalam koridor hukum. Polisi diminta bertindak tegas, terukur, dan proporsional sesuai tingkat ancaman yang dihadapi di lapangan.

Baca Juga:KSP Tuntaskan Hambatan Perizinan dan Percepat Pengoperasian Jargas Rumah TanggaRumah dan Toko Sembako di Cipatujah Ludes, Kerugian Ditaksir Rp200 Juta

Penegasan tersebut disampaikan Irjen Pipit saat bertemu jajaran kepolisian, pemerintah daerah, serta tokoh agama dan ulama di Tasikmalaya.

Ia menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat bukan semata-mata menjadi tanggung jawab polisi. Pemerintah, tokoh agama, keluarga, dan masyarakat memiliki peran yang sama pentingnya dalam mencegah kejahatan jalanan.

“Kita semua turut menjaga Jawa Barat. Masyarakat, tokoh, pemerintah dan para alim ulama, dan kami tentunya kepolisian untuk menjaga suasana baik di Jawa Barat,” kata Pipit.

Sorotan khusus diberikan terhadap keberadaan geng motor dan aksi kejahatan jalanan yang dinilai telah mengganggu rasa aman masyarakat.

“Jangan ada lagi geng motor, jangan ada lagi kejahatan jalanan karena ini kota santri, maka kita harus jaga,” tegasnya.

Kapolda memastikan jajaran kepolisian telah diarahkan untuk mengambil tindakan terhadap pelaku kejahatan jalanan.

“Saya sudah instruksikan anggota untuk melakukan tindakan tegas dan terukur tetapi tetap proporsional. Artinya, melakukan tugas sebagai kepolisian tetapi harus berimbang dengan ancamannya,” ujarnya.

Baca Juga:Jawa Tengah Jadi Tujuan Investasi Global, Investor Dubai Incar Proyek Mini Refinery Senilai Rp5 TriliunBangka Sepeda Perluas Usaha, Buka Store Kedua di Kota Bandung

Bagi Kapolda, persoalan geng motor tidak cukup diselesaikan setelah terjadi tindak pidana. Pencegahan sejak lingkungan keluarga menjadi bagian penting untuk memutus mata rantai kenakalan remaja.

Sejumlah pemberitaan pada kunjungan Kapolda di Tasikmalaya juga mencatat bahwa perhatian terhadap aktivitas remaja menjadi salah satu pembahasan. Orang tua dan guru didorong untuk lebih aktif mengawasi pergaulan anak, termasuk aktivitas berkendara dan berkumpul yang berpotensi mengarah pada pelanggaran hukum.

Karena itu, Pipit mengajak para ulama dan tokoh masyarakat ikut memberikan penguatan kepada keluarga agar tidak membiarkan anak-anak mereka tumbuh tanpa pengawasan.

Menurutnya, remaja merupakan generasi yang akan meneruskan kepemimpinan bangsa. Masa muda, kata dia, seharusnya diisi dengan pendidikan dan kegiatan yang memberikan manfaat.

0 Komentar