Tak Ingin Jauh dari Bali, Latisha Kini Berjuang Bersama Penabur Cirebon di Honda DBL with Kopi Good Day

Tak Ingin Jauh dari Bali, Latisha Kini Berjuang Bersama Penabur Cirebon di Honda DBL with Kopi Good Day
Tak Ingin Jauh dari Bali, Latisha Kini Berjuang Bersama Penabur Cirebon di Honda DBL with Kopi Good Day
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Bagi Latisha Milinka Pattinama, meninggalkan Bali bukan keputusan yang mudah. Sejak awal, ia justru ingin tetap berada di kampung halamannya. Namun, sebuah saran dari kedua orang tuanya akhirnya membawa Latisha menjalani kehidupan baru di Cirebon.

Latisha kini menjadi bagian dari skuad SMA BPK Penabur Cirebon di Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 West Java-East. Masih berstatus sebagai pemain kelas X, Latisha menjalani musim pertamanya di DBL sekaligus merasakan langsung atmosfer pertandingan di Bandung Arena. Keputusan untuk bersekolah di Cirebon sebenarnya bukan rencana awal Latisha.

“Justru orang tua aku yang dari awal sudah ngerencanain aku buat merantau. Aku sendiri nggak mau buat ngerantau. Enak di Bali, banyak teman-temannya juga kan,” ujarnya.

Baca Juga:Satu Tahun Menunggu, Kenneth Tebus Kegagalan dengan Debut GemilangEmpat Cerita Indonesia Hidup di Panggung AQUA DBL Dance West Java-East

Latisha bahkan sempat memiliki bayangan untuk tetap bersekolah di Bali. Ia ingin mencari sekolah yang juga mengikuti kompetisi DBL Bali sehingga tetap bisa mengejar pendidikan sekaligus mengembangkan basket tanpa harus meninggalkan rumah.

“Sudah punya bayangan kalau aku ya bakal sekolah di Bali tapi yang ikut DBL juga. Tapi, orang tua aku kasih saran kalau aku itu bisa lebih berkembang lagi kalau aku keluar dari Bali,” ungkapnya.

Saran tersebut tidak langsung membuat Latisha berubah pikiran. Kedua orang tuanya perlu meyakinkannya berulang kali hingga akhirnya muncul keinginan untuk mencoba pengalaman baru.

“Terus aku kayak ngerasa apa iya bisa ya. Terus kayak iya ya bosan juga di Bali terus. Aku mau coba main di DBL tapi di tempat yang lain deh. Eh, aku keterima di Penabur ini deh,” ucapnya.

Pilihan tersebut kemudian membawanya ke Cirebon. Sebagai anak rantau yang baru memulai kehidupan SMA, Latisha tentu harus beradaptasi dengan lingkungan baru. Salah satu hal yang paling ia rasakan adalah perbedaan kultur latihan basket.

“Wah, iya sih di sini latihannya keras sekali. Tapi ada hasilnya dan benar-benar ngefek juga ke aku. Aku juga jadi punya soft skill juga buat harus pintar atur waktu antara basket sama akademik kan,” terangnya.

0 Komentar