“Imbauan ini tolong juga diperhatikan oleh seluruh warga di sekitarnya. Lebih baik antisipasi dan waspada daripada sudah setelah kejadian,” ujar KDS.
Selain gempa, KDS turut mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Ia meminta warga memastikan peralatan listrik tidak dalam kondisi tersambung ketika rumah ditinggalkan.
“Kalau mencolokkan saklar atau stop kontak, tolong juga diperhatikan. Jangan sampai meninggalkan rumah dalam kondisi masih ada peralatan di dalam yang tersambung ke saklar atau stop kontak. Itu akan mengakibatkan korslet sehingga berakibat kebakaran,” katanya.
Baca Juga:KSP Tuntaskan Hambatan Perizinan dan Percepat Pengoperasian Jargas Rumah TanggaRumah dan Toko Sembako di Cipatujah Ludes, Kerugian Ditaksir Rp200 Juta
KDS juga mengingatkan warga yang merokok agar tidak membuang puntung rokok yang masih menyala, terutama di area kering.
“Untuk perokok berat, saya titip jangan membuang puntung rokok dalam kondisi masih menyala. Kalau kebetulan masuk ke lokasi yang kering, ini bisa mengakibatkan kebakaran,” ujarnya.
Menurutnya, kewaspadaan terhadap kebakaran juga penting mengingat dalam dua bulan terakhir tercatat 341 kejadian kebakaran di Kabupaten Bandung.
“Ada 341 kejadian selama dua bulan terakhir. Memang BPBD dan juga Damkar dan Penyelamatan ini selalu fokus dan mendorong untuk pemadaman,” kata KDS.
Ia meminta masyarakat ikut melakukan pencegahan dan segera menyampaikan informasi apabila menemukan potensi bencana di lingkungan masing-masing.
“Mohon bantuan kepada warga Kabupaten Bandung untuk waspada di lingkungan masing-masing. Tolong informasikan kepada saudara, tetangga, dan yang lainnya,” pungkasnya.
