Simpan Bahan Peledak dan Amunisi Berbahaya, Pria di KBB Diciduk Polda Jabar

Simpan Bahan Peledak dan Amunisi Berbahaya, Pria di KBB Diciduk Polda Jabar
Konferensi Pers Polda Jabar saat berhasil mengamankan seorang pria di KBB usai kedapatan menyimpan bahan peledak dan amunisi berbahaya lainnya. Kamis, (17/9). Foto: Sandi Nugraha/Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Seorang pria di Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB) berinisial MSA (25), diciduk Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar usai kedapatan menyimpan bahan peledak dan sejumlah amunisi berbahaya.

Pengungkapan kasus tersebut berawal dari adanya laporan Polisi pada tanggal 10 September 2026 dengan nomor LP LP/A/11/IX/2026/SPKT.DITKRIMUM/POLDA JAWA BARAT.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan menyebut, tersangka MSA diamankan di kediamannya yakni di Kampung Parigilame, Ciwaruga, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat.

Baca Juga:Kemarau Tak Jadi Alasan, Polres Tasikmalaya Tanam Jagung Serentak Dorong Ketahanan PanganPT Timah di Belitung Siap Bangkit Usai Kasus Megakorupsi?

“Peran dari yang bersangkutan ini yang pertama adalah sebagai partisan di grup WhatsApp tadi itu bernama True Crimes Community. Yang bersangkutan ini paling aktif walaupun (sebagai) partisan. Nah di sini perannya sebagai motivator kejahatan ekstrem,” katanya di Mapolda Jabar, Kamis, (17/9/2026).

Selain sebagai motivator, dalam grup WhatsApp tersebut, pelaku juga kerap menunjukkan kemampuan otodidaknya dalam membuat bahan peledak atau perakitan bom dan sejenis lainnya.

“Dia mengajarkan di grup itu dan mengirimkan postingan-postingan secara aktif. Kemudian saudara MSA ini (pelaku) tidak hanya sekadar bisa merakit, membuat bom dan senjata yang ada di sini, yang bersangkutan juga telah melakukan suatu uji coba meledakkan dengan bom-bom yang sudah dia rakit ini,” ungkapnya.

Hendra menyebut, dalam melakukan hal tersebut pelaku telah melakukan uji coba peledakan sebanyak kurang lebih 16 kali dengan jumlah daya ledak uang besar.

“Dan dia videokan itu. Kemudian untuk yang low explosive (ledakan rendah), ini kurang lebih melakukan percobaan 40 kali. Jadi aktif yang bersangkutan ini,” ucapnya.

Motif Unik Pelaku

Dari pengungkapan kasus ini, Hendra mengungkapkan bahwa motif pelaku hanya ingin menjadi motivator dalam dalam grup WhatsApp True Crimes Community. Grup WhatsApp tersebut, diketahui sebagai grup yang didalamnya berisi komunitas kejahatan ekstrem.

“Jadi motif dari yang bersangkutan ini adalah menjadi motivator dalam grup WhatsApp tadi, yang merupakan komunitas kasus kejahatan nyata, dengan memberikan tutorial cara pembuatan bahan peledak, memberikan informasi cara mendapatkan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat bahan peledak, membuat dan mempraktekkan langsung peledakan bahan peledak yang telah dibuat oleh tersangka yang kemudian divideo dan kemudian di-upload, dikirim ke WhatsApp tadi agar tersangka dianggap sebagai ahli dalam pembuatan bahan peledak. Jadi ada motivasi secara pribadi yang dirinya (ingin) dianggap ahli buat kelompok di situ,” ungkapnya.

0 Komentar