Di Balik Kematian Pemuda Ngamprah, Polisi Temukan Jejak Aktivitas Judol

Di Balik Kematian Pemuda Ngamprah, Polisi Temukan Jejak Aktivitas Judol
Ilustrasi: Diduga mengalami depresi dan stres akibat kecanduan judi online (judol). Dok Pixabay
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Polisi menemukan sejumlah jejak aktivitas judi online dari telepon genggam MDS (25), pemuda yang ditemukan meninggal dunia di gudang warung sembako Desa Pakuhaji, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Dari pemeriksaan terhadap ponsel korban, polisi menemukan riwayat akses ke sejumlah situs judi online. Selain itu, terdapat percakapan yang menunjukkan korban kerap meminta transfer uang kepada temannya untuk digunakan sebagai deposit judi online.

Kasi Humas Polres Cimahi, Iptu Gofur Supangkat mengatakan, temuan tersebut menjadi salah satu bagian yang didalami polisi setelah melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian dan terhadap barang milik korban.

Baca Juga:Pendaftaran Binlat Polri 2026 Dibuka, Polres Tasikmalaya: Jangan Percaya Calo!Dari Jawa Tengah,  MTQ Nasional XXXI Pancarkan Kedamaian dan Pererat Kebersamaan

“Jadi dari hasil pengecekan handphone korban, ditemukan riwayat akses ke sejumlah situs judi online. Ada juga riwayat percakapan yang menunjukkan korban kerap meminta transfer uang kepada temannya untuk deposit judi online,” kata Gofur saat dikonfirmasi.

MDS diketahui merupakan karyawan Toko Rukun Mulya yang berada di Kampung Cikawati RT 03/RW 03, Desa Pakuhaji. Ia ditemukan meninggal dunia di bagian gudang toko pada Sabtu (12/9/2026) pagi.

Penemuan jasad korban bermula ketika rekan kerjanya, MF (19), hendak membuka toko sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu, saksi melihat pintu rolling door gudang dalam kondisi tertutup rapat.

Kondisi tersebut membuat saksi curiga lantaran pintu gudang biasanya tidak pernah ditutup. MF kemudian mencoba melihat ke dalam melalui lubang bekas kunci pada pintu rolling door.

“Saksi kemudian melihat korban sudah dalam posisi tergantung. Karena kaget, saksi langsung berteriak dan meminta bantuan warga sekitar,” ujar Gofur.

Warga bersama aparatur kewilayahan kemudian mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi korban sebelum melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian.

Personel Polsek Padalarang bersama Tim Inafis Polres Cimahi kemudian mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 11.00 WIB untuk melakukan olah TKP.

Baca Juga:Ada Praktik Jual Beli Jabatan di Kemenkeu? Kopdes Merah Putih Diklaim Efisiensi Anggaran Subsidi hingga Rp150 T per Tahun, Benarkah? 

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban ditemukan menggunakan tali tambang plastik berwarna kuning yang diikatkan pada palang gerendel rolling door.

“Hasil pemeriksaan luar oleh Tim Inafis menunjukkan terdapat bekas jeratan pada leher korban. Namun, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan fisik lainnya pada tubuh korban,” jelasnya.

0 Komentar