Dari Gedung Merdeka, Pemuda Persis Teguhkan Arah Gerakan

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Persis Hilman Rasyid
Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Persis Hilman Rasyid
0 Komentar

Menurut Hilman, predikat tersebut bukan penghargaan tanpa syarat. Ada tanggung jawab yang harus dijalankan, yakni beriman kepada Allah, menyerukan kebaikan, dan mencegah kemungkaran.

Iman kepada Allah, kata dia, menjadi jangkar spiritual. Amar makruf diterjemahkan sebagai aksi kebaikan di ruang publik, sedangkan nahi munkar menjadi upaya mencegah kerusakan moral.

“Redaksi ukhrijat lin-naas juga dalam ayat ini menjadi cetak biru bagi pergerakan Pemuda Persis,” katanya.

Baca Juga:Praperadilan Kedua Eks Pengurus Gereja di Bandung Kembali Tak Dikabulkan, Hakim Nyatakan Penetapan TersangkaPKW 2026, LKP Nuning Kembali Cetak Pengusaha Baru Bidang Tata Rias Pengantin

Karena itu, kader Persatuan Islam tidak cukup hanya dibentuk menjadi pribadi yang saleh. Mereka juga harus mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat, berkhidmat kepada umat, dan melanjutkan estafet peradaban Islam.

Khittah Menjadi Arah Gerakan

Hilman menilai semangat khairu ummah membutuhkan arah perjuangan yang jelas. Dalam konteks itu, khittah menjadi garis yang menjaga identitas dan komitmen gerakan Pemuda Persis.

Khittah Pemuda Persis, menurut dia, menjadi garis perjuangan dakwah dan kaderisasi yang berasaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah.

“Khittah ini adalah jangkar yang menjaga kapal dakwah Pemuda Persis ini tetap stabil dalam mengarungi gelombang zaman hari ini,” ujarnya.

Tanpa khittah, dia khawatir gerakan Pemuda Persis kehilangan nilai dan ruh perjuangan serta berubah menjadi organisasi kepemudaan yang hanya mengejar popularitas.

Karena itu, masa depan jam’iyyah tidak bisa semata-mata mengandalkan warisan sejarah. Masa depan organisasi harus dirancang dan diperjuangkan bersama oleh kader.

“Masa depan jam’iyyah kita hari ini itu tidak diwariskan. Masa depan jam’iyyah Pemuda Persatuan Islam itu harus dirancang, harus diperjuangkan dalam kebersamaan,” kata Hilman.

Baca Juga:Dago, Manekin, dan Pelajaran Sederhana tentang Menyelamatkan NyawaHilman Rasyid Pimpin Pemuda PERSIS, Usung "Panca Jihad" Hadapi Disrupsi Digital

Ia menegaskan kader Pemuda Persis harus mengambil peran sebagai arsitek peradaban. Kejayaan organisasi, kata dia, bukan sesuatu yang cukup dikenang dari masa lalu, melainkan harus kembali diperjuangkan melalui kerja generasi saat ini.

Program Nyata, Bukan Sekadar Wacana

Hilman menegaskan Muskernas I tidak boleh berhenti pada kesepakatan normatif atau menghasilkan tumpukan program di atas kertas. Forum tersebut harus menjadi ruang untuk menerjemahkan khittah dan visi gerakan menjadi program nasional yang konkret.

0 Komentar