Summarecon Bandung Resmikan Liminal Ruang Antara dan Pameran Budi Pradono di dotHub Space

Summarecon
Dok. Masyarakat saat mengunjungi salah satu ruang kreatif baru Liminal Ruang Antara dan Pameran Budi Pradono di dotHub Space, Summarecon Bandung. Sabtu, (12/9). Foto. Sandi Nugraha.
0 Komentar

“Kalau cuma bikin branding dan cari uang, itu sudah biasa. Namun, kita harus membuat sesuatu yang baik untuk orang banyak, menggerakkan komunitas, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ungkapnya.

Berbeda dengan Dia.Lo.Gue yang berada di Kemang, Jakarta Selatan, Hermawan menyebut di Summarecon Bandung memiliki beberapa tempat lainya yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Bedanya kalau Dia.Lo.Gue (di Jakarta Selatan) kan itu hanya satu tempat. Nah di sini (Summarecon Bandung) sebenarnya ada tempat-tempat lain, ada Headhub, terus kemudian sebenarnya kita anggap sebagai lebih sebuah karya. Ini bukan karya yang mungkin bisa berdiri 3, 5, 6 tahun, ini mungkin hanya sifatnya temporary,” ungkapnya.

Baca Juga:Dua Tahun Menanti, GPS Bandung Akhirnya Wujudkan Mimpi Tampil di DBLTak Hanya Jago Basket, Kayleen Anfernee Wijaya Juga Pernah Bersinar di Panahan

Maka dari itu, dengan hadirnya konsep tersebut, Hermawan menuturkan tujuan dari tempat ini diharapkan mampu memiliki daya pemikat serta pemikiran masyarakat atas seberapa pentingnya menyatu dengan alam.

“Jadi tujuannya yang pertama adalah membuat sebuah ruangan yang dengan prinsip pemikiran Mas Budi Pradono yang nanti kita akan pikirkan bukan hanya sekadar ruang untuk hanya Mas Budi bilang ruang meditatif dan berpikir itu. Itu memang tujuan utama, tapi buat saya ruang ini harus difungsi-multifungsikan. Yang tadi saya bilang, kita terinspirasi dari tiga lubang yang cahayanya itu adalah cahaya sumber matahari, ada bunyi, ada rupa, sama ada suara. Nah dari tiga itu kita ada literatur, ada kesenian, ada performing, ada musik, sehingga ini akan menjadi event untuk orang kreatif Bandung untuk bisa berekspresi di sini,” pungkasnya.(San).

0 Komentar