Kankan mengatakan, kebutuhan lahan untuk tahap pertama pembangunan danau retensi disebut hanya sekitar enam hektare. Dengan ketersediaan lahan sekitar 10 hektare, menurutnya, Kabupaten Bandung sudah cukup siap apabila anggaran dari pemerintah pusat dapat direalisasikan.
“Untuk tahap pertama itu sebetulnya hanya dibutuhkan sekitar 6 hektare saja kalau enggak salah, dan kita sudah 10 hektare. Jadi untuk menyerap anggaran yang sudah di-plotting-kan oleh pemerintah pusat saya rasa sudah siap,” katanya.
Selain danau retensi, kolaborasi tersebut juga menyiapkan saluran baru untuk mengantisipasi aliran air dari wilayah Kota Bandung agar tidak langsung masuk ke Tegalluar.
Baca Juga:20 Bangunan Liar di Atas Drainase Jalan Bojongsoang Dibongkar, Camat: Sudah Ada PeringatanTuntut Solusi Kongkret Banjir, Warga Bojongsoang Geruduk Komisi IV DPRD Jawa Barat
Kankan menyebut, seorang pengusaha atau masyarakat telah menghibahkan lahan dengan ukuran sekitar delapan meter kali hampir 1.200 meter untuk kebutuhan pembangunan saluran tersebut.
“Jadi itu untuk mencegah air yang dari Kota Bandung, sehingga bisa langsung masuk ke saluran itu, tertahan, tidak langsung masuk ke Tegalluar. Dan itu pun sudah dilakukan, sudah menghibahkan,” jelasnya.
Untuk pembangunan saluran tersebut, Kankan menyebut pihaknya masih menunggu proses penganggaran, apakah nantinya berasal dari pemerintah kabupaten maupun pemerintah provinsi.
Selain Tegalluar, penanganan sungai juga dilakukan di sejumlah titik lainnya. Di antaranya pengerukan Sungai Cikeruh dan Sungai Citarum di wilayah Bojongsoang, serta normalisasi Sungai Cikayapu di kawasan Podomoro dan normalisasi sungai di Lengkong.
Menurut Kankan, berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari semangat pentahelix dalam mendorong keterlibatan pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
Ia berharap CSR perusahaan di wilayah Bojongsoang dapat lebih diarahkan kepada persoalan yang berdampak langsung terhadap masyarakat. Tiga persoalan yang menjadi perhatian utama yakni sampah, banjir dan kemacetan.
