Sementara itu, Pengelola Rumah Pengabdi Setan Asep Suparman membenarkan adanya tarif Rp600 ribu tersebut. Namun, ia menegaskan biaya itu bukan tiket masuk, melainkan tarif untuk aktivitas komersial.
Menurut Asep, ketentuan tersebut sudah menjadi SOP internal sejak 2019, setelah pengelola bekerja sama dengan koperasi.
“Betul, semenjak kerja sama dengan koperasi memang secara SOP di internal pengelola Rumah Pengabdi Setan itu sendiri kan semenjak 2019 juga sudah berlaku,” kata Asep.
Baca Juga:Tembus 10 Juta Views! “Kasih Aba-Aba 2.0” Naykilla & Tenxi Viral di Shopee 9.9Jateng Matangkan Persiapan Menyambut 2.833 Kafilah MTQ Nasional XXXI
Tarif tersebut, kata dia, berlaku untuk kegiatan seperti pembuatan konten, prewedding, TikTok hingga fun game.
Sementara untuk kunjungan biasa, wisatawan tetap membayar tiket masuk reguler. Asep mengatakan vlogger Malaysia yang menjadi sorotan itu juga tidak dikenai tarif Rp600 ribu saat datang ke lokasi.
Menurutnya, vlogger tersebut datang sekitar pukul 12.00 WIB pada Kamis dan telah merekam video sejak dari luar. Petugas kemudian menanyakan tujuan kedatangannya sebelum yang bersangkutan masuk.
“Tidak ada argumentasi, termasuk mungkin negosiasi tidak ada. Yang pada akhirnya beliau masuk dengan harga tiket masuk biasa, per orang,” ujarnya.
Asep menambahkan informasi mengenai tarif kegiatan komersial telah dipasang di area pos tiket sehingga dapat diketahui pengunjung.
Ia berharap polemik tersebut tidak menimbulkan kesalahpahaman karena aturan tarif konten telah diberlakukan sejak beberapa tahun lalu.
Di sisi lain, Asep menyebut kunjungan ke Rumah Pengabdi Setan memang cenderung sepi pada hari biasa. Rata-rata pengunjung weekday sekitar 15 orang, sedangkan akhir pekan mencapai 120 hingga 170 orang.
Baca Juga:Dari Kesehatan hingga Pengentasan Kemiskinan, Inilah Program Pemprov Jateng yang Berdampak ke WargaMengenal Indriyani Rachman, Ph.D.: Merajut Pengetahuan Lingkungan dan Kesiapsiagaan Bencana
Menurut Asep, kondisi sepi pada hari biasa tersebut sudah berlangsung sejak awal 2024.
