Informasi mengenai prakiraan cuaca dan iklim juga dapat menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menentukan waktu tanam serta strategi pengelolaan lahan.
Risiko Karhutla dan Gangguan Kesehatan Ikut Meningkat
Selain sektor pertanian, kekeringan yang berkepanjangan juga dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.
Kondisi vegetasi dan lahan yang lebih kering membuat potensi kebakaran meningkat, terutama ketika tidak diimbangi dengan curah hujan yang memadai.
Cuaca kering juga dapat berpengaruh terhadap kualitas udara.
Baca Juga:Daftar Negara Terkaya Asia 2026, RI Ada di Posisi SeginiBakal Ada 9 Fenomena Langit Sepanjang September 2026, Berikut Daftarnya
Konsentrasi polutan berpotensi meningkat sehingga dapat memperburuk kondisi udara di sejumlah wilayah.
Dampaknya tidak hanya dirasakan lingkungan, tetapi juga masyarakat.
Paparan udara dengan kualitas buruk dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Suhu panas yang berlangsung dalam periode tertentu juga dapat menambah risiko kesehatan bagi masyarakat.
BMKG Minta Antisipasi Dilakukan Sejak Dini
Melihat berbagai risiko tersebut, kesiapsiagaan menghadapi kondisi kering perlu dilakukan sejak awal.
Langkah antisipatif menjadi penting, terutama bagi sektor yang sangat bergantung pada kondisi cuaca dan ketersediaan air.
Di sektor pertanian, langkah yang dapat dilakukan antara lain menyesuaikan pola tanam dengan kondisi iklim, mengoptimalkan pengelolaan irigasi, serta menggunakan informasi cuaca dan iklim sebagai dasar dalam menentukan keputusan.
Dengan demikian, dampak kekeringan dapat ditekan meskipun kondisi atmosfer sedang tidak menguntungkan.
Baca Juga:Tak Butuh Waktu Lama, Pelaku Pembunuhan Wanita dalam Kardus di Bandung Dibekuk Polisi Kurang dari 6 JamGTA 6 Jadi Game Terlama Rockstar, Butuh Waktu Segini Buat Tamat
BMKG menegaskan bahwa El Nino memang dapat berkontribusi terhadap kondisi yang lebih kering ketika berlangsung pada musim kemarau.
Namun, fenomena tersebut bukan satu-satunya faktor yang menentukan tingkat maupun lamanya kekeringan di Indonesia.
Dinamika atmosfer dari berbagai skala serta kondisi perairan di sekitar Indonesia juga perlu diperhitungkan untuk memahami kondisi cuaca dan iklim secara lebih menyeluruh.
