Kekeringan Melanda RI, BMKG Sebut El Nino Bukan Satu-satunya Penyebab

Kekeringan Melanda RI, BMKG Sebut El Nino Bukan Satu-satunya Penyebab
Kekeringan Melanda RI, BMKG Sebut El Nino Bukan Satu-satunya Penyebab
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia tidak semata-mata disebabkan oleh fenomena El Nino.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut terdapat berbagai faktor atmosfer lain yang turut memengaruhi kondisi kering di Indonesia.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan, kekuatan El Nino tidak secara otomatis menentukan seberapa parah maupun berapa lama kekeringan akan berlangsung di suatu wilayah.

Baca Juga:Daftar Negara Terkaya Asia 2026, RI Ada di Posisi SeginiBakal Ada 9 Fenomena Langit Sepanjang September 2026, Berikut Daftarnya

Menurutnya, kondisi cuaca dan iklim Indonesia dipengaruhi oleh dinamika atmosfer yang kompleks, mulai dari skala global, regional, hingga lokal.

Selain itu, kondisi suhu permukaan laut di sekitar perairan Indonesia juga ikut berperan.

“Namun, satu hal yang perlu saya sampaikan bahwa kekeringan dan durasinya yang panjang di Indonesia semata-mata tidak tergantung dari indeks ENSO ini,” kata Faisal dalam acara Insight with Desi Anwar, Jumat (28/8).

El Nino Sangat Kuat, Dampaknya Diperkirakan Berkurang Oktober

Saat ini, El Nino di Indonesia berada dalam kategori sangat kuat.

Meski demikian, BMKG memperkirakan pengaruh fenomena tersebut akan mulai berkurang ketika memasuki pertengahan Oktober.

Faisal menjelaskan, pengaruh El Nino terhadap kondisi cuaca Indonesia akan semakin kecil ketika musim hujan mulai tiba.

“Jadi, nanti pengaruh El Nino akan berkurang tidak signifikan ketika minggu masuk pertengahan dari Oktober. Ketika musim hujan telah datang, maka El Nino relatif tidak memiliki pengaruh,” ujarnya.

Baca Juga:Tak Butuh Waktu Lama, Pelaku Pembunuhan Wanita dalam Kardus di Bandung Dibekuk Polisi Kurang dari 6 JamGTA 6 Jadi Game Terlama Rockstar, Butuh Waktu Segini Buat Tamat

Artinya, dampak El Nino terhadap kekeringan tidak dapat dilepaskan dari kondisi musim yang sedang berlangsung.

Ketika terjadi pada musim kemarau, El Nino dapat membuat kondisi kemarau menjadi lebih kering sekaligus memperpanjang durasinya.

Kekeringan Bisa Berdampak Besar pada Pertanian

Kondisi kemarau yang lebih kering dan berlangsung lebih lama berpotensi memberikan tekanan terhadap berbagai sektor.

Pertanian menjadi salah satu bidang yang paling rentan karena sangat bergantung pada ketersediaan air.

Defisit air dapat mengganggu fase pertumbuhan tanaman dan berujung pada penurunan produktivitas pertanian.

Dalam kondisi yang lebih parah, kekurangan air juga dapat meningkatkan risiko gagal panen atau puso.

Karena itu, petani perlu memperhitungkan kondisi iklim dan ketersediaan air sebelum menentukan pola tanam.

0 Komentar