Investasi Tiram Berkelanjutan dari China di Indonesia, Dorong Ekonomi Pesisir

Investasi Tiram Berkelanjutan dari China di Indonesia, Dorong Ekonomi Pesisir
Ilustrasi investasi tiram di Indonesia. (Dok. Pixabay)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Perusahaan asal China, Mata Ecology tertarik investasi di Indonesia tepatnya di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur sebagai Lokasi pengembangan budi daya dan industry tiram dengan konsep blue industry yang mengedepankan keberlanjutan lingkungan dan pelibatan Masyarakat lokal.

Rencana investasi itu membawa konsep blue industry yang tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga menempatkan keberlanjutan lingkungan dan keterlibatan masyarakat pesisir sebagai bagian dari pengembangan usaha.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan ketertarikan investor tersebut disampaikan saat pihaknya menerima kunjungan perusahaan asal Tiongkok. Dalam pertemuan itu, investor memaparkan profil perusahaan sekaligus konsep pengembangan budi daya dan industri pengolahan tiram.

Baca Juga:Anggaran ESDM 2027 Tembus Rp27,37 Triliun, Fokus Dorong Lifting Minyak dan Infrastruktur Energi?Permintaan Global Menguat, Harga Patokan Ekspor Emas Naik 7,87 Persen

“Kemarin kami kedatangan tamu investor dari Tiongkok, dan mereka tertarik untuk mengembangkan budi daya tiram, dan sejauh ini konsep yang dipaparkan cukup menarik karena mengusung blue industry, yakni pengelolaan tiram yang ramah lingkungan sekaligus melibatkan Masyarakat,” kata Ipuk dikutip dari ANTARA, Rabu (2/9).

MATA Ecology diketahui bergerak di bidang budi daya dan pengolahan tiram, pengelolaan sumber daya pesisir, serta pengembangan berbagai produk turunan dari hasil budi daya.

Menurut Ipuk, konsep yang ditawarkan tidak berhenti pada kegiatan budi daya, tetapi mencakup proses hilirisasi. Salah satunya melalui pemanfaatan cangkang tiram yang dapat diolah menjadi produk bernilai tambah, seperti pupuk.

Model tersebut dinilai memiliki potensi untuk menciptakan rantai ekonomi baru di kawasan pesisir Banyuwangi. Selain meningkatkan nilai tambah komoditas perikanan, pengembangan industri tiram juga berpeluang membuka lapangan pekerjaan dan memperluas kesempatan usaha bagi masyarakat setempat.

Pemkab Banyuwangi pun menyambut positif ketertarikan investor tersebut. Ipuk menilai konsep budi daya tiram berkelanjutan sejalan dengan arah pembangunan daerah yang berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.

“Kami yakin budi daya tiram berkelanjutan berpotensi memberikan manfaat bagi daerah, antara lain melalui peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, pengembangan ekonomi Masyarakat pesisir, peningkatan nilai tambah hasil perikanan, serta penguatan sektor kelautan dan perikanan di Banyuwangi,” kata Ipuk.

Pengembangan investasi berbasis kelautan, lanjut Ipuk, diharapkan tidak hanya menghasilkan aktivitas ekonomi baru, tetapi juga memperkuat ekosistem usaha masyarakat pesisir.

0 Komentar