Makanan Sehat Tak Harus Mahal, Ini Cara Atur Gizi Keluarga di Tengah Tekanan Ekonomi

Makanan Sehat Tak Harus Mahal, Ini Cara Atur Gizi Keluarga di Tengah Tekanan Ekonomi
Makanan Sehat Tak Harus Mahal, Ini Cara Atur Gizi Keluarga di Tengah Tekanan Ekonomi
0 Komentar

Ia juga mengingatkan masyarakat tidak perlu merasa bersalah ketika sesekali membeli makanan di luar rumah atau mengonsumsi makanan olahan.

Pilihan makanan di warteg, misalnya, tetap dapat disusun menjadi menu bergizi dengan memilih lauk sumber protein serta menambahkan sayuran.

Begitu pula ketika mengonsumsi makanan olahan seperti sosis, asupan dapat diseimbangkan dengan menambahkan sayuran yang lebih beragam.

Baca Juga:Maulid Nabi Jadi Momentum, Polres Tasikmalaya Rangkul Komunitas Ojol dalam Doa BersamaBukan Sekadar Seremonial, KNPI Cianjur Pastikan Program Kepemudaan Tepat Sasaran dan Terukur

Sementara itu, Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia, Andrew F. Saputro, mengatakan masyarakat perlu terus mengevaluasi prioritas pengeluaran, termasuk dalam memenuhi kebutuhan nutrisi keluarga.

“Kami melihat masyarakat Indonesia saat ini berada dalam situasi yang mengharuskan mereka untuk terus mengecek ulang prioritas dalam pengeluaran. Karena itu, menurut kami, pengetahuan mengenai nutrisi menjadi semakin penting agar masyarakat dapat mengambil keputusan yang tepat sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya,” ujarnya.

Melalui kampanye nasional “Temani Langkahmu Kini dan Nanti”, Frisian Flag Indonesia menyatakan komitmennya untuk mendampingi keluarga Indonesia dalam memenuhi kebutuhan nutrisi di berbagai tahap kehidupan.

Andrew mengatakan pihaknya berupaya mendukung kesehatan keluarga melalui produk susu yang kaya nutrisi sebagai salah satu bagian dari pemenuhan kebutuhan gizi sehari-hari.

Selain menghadirkan produk, Frisian Flag Indonesia juga terus memberikan edukasi mengenai kesehatan dan pentingnya konsumsi susu serta pola hidup sehat.

“Kami tidak hanya ingin menghadirkan produk yang bernutrisi, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki pengetahuan yang baik untuk mengoptimalkan manfaatnya. Misalnya dengan menghadirkan para pakar dalam diskusi hari ini, agar literasi mengenai nutrisi semakin baik dan keluarga Indonesia dapat semakin bijak dalam memprioritaskan kebutuhan yang baik bagi mereka,” pungkas Andrew.

0 Komentar