JABAR EKSPRES – Nama Wakil Bupati Sumedang, Fajar Aldila, terseret isu dugaan penganiayaan di rumah dinas. Namun, informasi tersebut belum terverifikasi dan telah dibantah oleh pihak yang disebut sebagai korban.
Melalui informasi yang beredar di publik, isu tersebut mencatut Wakil Bupati Sumedang, dengan narasi tentang penganiayaan hingga pelecehan seksual, yang diduga dilakukan terhadap Sekretaris Pribadinya (Sekpri) berinisial R.
Narasi yang beredar luas tersebut, tengah menjadi perbincangan masyarakat khususnya di media sosial.
Baca Juga:Sempat Mengaku Jadi Pemandu Lagu di Bekasi, IRT Asal Tasikmalaya Ternyata Bersembunyi di SumedangPiala Dony-Yoshua U-21 Bergulir di Sumedang, Tanpa APBD untuk Cetak Talenta Sepak Bola Profesional
Menurut kabar yang beredar, dugaan penganiayaan yang menyeret nama Wabup Sumedang itu disebut terjadi pada tanggal 17 Agustus 2026 lalu.
Akan tetapi, isu tersebut telah dibantah langsung oleh R, yang disebut sebagai korban dalam narasi yang beredar.
Ketika dikonfirmasi, R yang merupakan Sekpri Wabup Sumedang itu menegaskan, jika dirinya membantah berita penganiayaan yang ramai diperbincangkan publik saat ini.
Berita penganiayaan itu telah tersebar melalui pesan WhatsApp berantai juga telah dikutip salah satu media online lokal dan tersebar luas di Instagram.
“Tidak ada kejadian apa-apa. Tidak ada penganiayaan dan penyekapan, apalagi pelecehan,” kata R melalui pesan singkat, Kamis (27/8/2026).
R juga memastikan, dalam isu yang beredar luas saat ini, semua dugaan tidaklah benar dan dia mengaku tak ada insiden apapun yang menimpa dirinya.
“Tidak ada apa-apa,” bebernya.
R meminta seluruh pihak tidak menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi kebenarannya.
Baca Juga:Udang Windu Jadi Andalan Ekspor Perikanan, Tembus Pasar GlobalDispertan Garut Dorong Pengembangan Stroberi dan Bawang Putih sebagai Komoditas Alternatif
“Kami minta jangan sebarkan informasi dan rumor yang belum jelas,” pungkasnya. (Bas)
