Dispertan Garut Dorong Pengembangan Stroberi dan Bawang Putih sebagai Komoditas Alternatif

bawang putih
Ilustrasi bawang putih sebagai komoditas alternatif di Garut. (Dok. Pixabay)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Garut, Jawa Barat, terus mendorong pengembangan komoditas stroberi dan bawang putih sebagai alternatif usaha bagi para petani. Kedua komoditas tersebut dinilai memiliki potensi ekonomi yang dapat melengkapi komoditas unggulan Garut seperti padi dan kentang.

Kepala Dispertan Kabupaten Garut, Ardhy Firdian, mengatakan pengembangan stroberi dan bawang putih menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian agar tetap produktif dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

“Ke depan, pengembangan dua komoditas ini bisa menjadi alternatif usaha pertanian di Kabupaten Garut,” kata Ardhy dikutip dari ANTARA, Rabu (26/8).

Baca Juga:Transportasi Jateng Berbenah: Dari Taksi Listrik Hingga Layanan Pembayaran Nontunai Demi Wujudkan Pemerintahan yang Bersih, Ahmad Luthfi Kembali Tekankan Integritas

Menurutnya, Dispertan saat ini tengah melakukan pemetaan dan identifikasi terhadap wilayah yang memiliki kondisi lahan sesuai untuk pengembangan kedua komoditas tersebut. Khusus tanaman stroberi, saat ini terdapat sekitar 112 hektare lahan yang telah dikembangkan di Kecamatan Malangbong.

“Kami melakukan identifikasi terhadap lahan yang layak dikembangkan untuk bawang putih maupun stroberi, untuk stroberi saat ini hanya terdapat di Kecamatan Malangbong,” kata Ardhy.

Selain memperluas area tanam, Dispertan Garut juga berupaya mengatasi persoalan ketersediaan benih melalui kerja sama dengan pihak industri. Ketersediaan sumber benih dinilai menjadi salah satu kendala utama dalam pengembangan stroberi maupun bawang putih.

Untuk komoditas bawang putih, pemerintah daerah menilai penyediaan benih bermutu, berlabel, dan bersertifikat menjadi langkah awal yang penting sebelum pengembangan dilakukan dalam skala lebih luas.

“Khusus untuk bawang hal yang pertama kali dilakukan untuk pengembangan adalah penyediaan benih bermutu yang berlabel dan bersertfikat,” katanya.

Sebelumnya, terkait pengembangan komoditas bawang putih dan stroberi itu dibahas dalam rencana kerja sama antara Pemkab Garut dengan industry dari Kota Damyang, Korea Selatan terkait pengembangan teknologi budidaya bawang putih dan stroberi.

Di sisi lain, Pemkab Garut juga memberikan dukungan terhadap program penanaman bawang putih yang dilaksanakan secara serentak oleh Kepolisian Resor Garut sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.

Baca Juga:Pemkab Tasikmalaya Dorong Sinergi Tangani Isu LGBTKebakaran Marak di Musim Kemarau, BPBD Tasikmalaya Ingatkan Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Penanaman tersebut dilaksanakan di lahan pertanian Kampung Patrol, Desa Cinta, Kecamatan Karangtengah. Tahap awal penanaman mencakup lahan sekitar 8.000 meter persegi, dengan target pengembangan secara bertahap hingga mencapai total 20,8 hektare di sejumlah wilayah.

0 Komentar