Menurut Eggy, sertifikasi bukan merupakan titik akhir dalam pengelolaan keamanan informasi. Evaluasi dan perbaikan tetap diperlukan agar sistem yang diterapkan dapat mengikuti perkembangan kebutuhan operasional dan risiko yang terus berubah.
“Kami melihat proses audit sebagai kesempatan untuk mengetahui bagian-bagian yang masih dapat diperbaiki. Masukan yang diperoleh akan menjadi dasar bagi kami untuk melakukan penyempurnaan secara berkelanjutan. Dengan demikian, sistem keamanan informasi dapat terus berkembang sejalan dengan kebutuhan bisnis dan perlindungan data nasabah,” katanya.
Setelah memperoleh sertifikasi, Bank Tata Asia akan melanjutkan evaluasi penerapan sistem melalui mekanisme surveillance audit. Proses tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan standar keamanan informasi tetap diterapkan secara konsisten dan terus mengalami perbaikan.
