JABAR EKSPRES – Kontestasi perebutan kursi pimpinan tertinggi organisasi olahraga di Kota Banjar mulai memasuki fase krusial. Hingga Kamis (20/8/2026) sekira pukul 14.45 WIB, Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) mencatat sebanyak delapan bakal calon (bacalon) Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Banjar untuk masa bakti 2026–2030 telah resmi mengambil formulir pendaftaran di Sekretariat TPP yang berlokasi di Komplek Perkantoran Disnaker, Pamongkoran. Jumlah ini menunjukkan peningkatan signifikan dari dua hari sebelumnya yang hanya tercatat empat orang.
Perwakilan Steering Committee (SC), Muhammad Eka Ersetya Kinding, bersama Organizing Committee (OC), Rizky Pebriansyah, membenarkan adanya delapan nama yang telah mengantongi formulir. Mereka adalah Andi Maulana, Dadi ST, Aan Setiana, Tono Sartono, H. Usep, Soedrajat Argadireja, dan Ruhimat, dan Asep Saefurrohmat .
Kedelapan nama ini akan bersaing ketat memenuhi serangkaian persyaratan yang tergolong berat, terutama terkait dukungan dari cabang olahraga (cabor) dan rekam jejak organisasi.
Baca Juga:Kemarau Belum Usai, Tagana Terus Pasok Air Bersih untuk Warga TasikmalayaLeuwikeris Disiapkan Jadi Destinasi Agrowisata, Infrastruktur Didorong Beri Nilai Tambah Ekonomi
“Yang sudah mengambil hingga pukul 15.00 WIB ada delapan orang sejak dibuka pendaftaran pada 18 Agustus 2026” ujar Eka melalui sambungan telepon.
Proses pengambilan formulir yang berlangsung sejak 18 Agustus 2026 ini dipastikan berjalan tertib. Panitia menegaskan bahwa pengambilan wajib dilakukan secara langsung oleh bakal calon tanpa perwakilan untuk memastikan keseriusan dan menghindari kesalahan administrasi. Tahapan selanjutnya adalah pengembalian berkas persyaratan lengkap yang dijadwalkan pada 19 hingga 23 Agustus 2026.
TPP akan melakukan verifikasi ketat terhadap seluruh dokumen, termasuk syarat krusial berupa dukungan dari minimal 8 cabor aktif dari total 22 cabor yang terdata di Kota Banjar. “Pengambilan formulir berlangsung pada 18–20 Agustus 2026 dan wajib dilakukan secara langsung tanpa diwakilkan,” ujar Eka.
Persyaratan bagi para calon tidak hanya berkutat pada dukungan cabor. Berdasarkan kriteria yang ditetapkan, mereka harus memiliki kemampuan manajerial organisasi, integritas, serta kemampuan finansial untuk menggali sumber daya guna kemajuan olahraga.
Secara khusus, calon wajib memiliki pengalaman minimal satu periode sebagai Ketua, Sekretaris, atau Bendahara di kepengurusan KONI, Pengcab Cabor, atau badan fungsional.
Selain itu, kelengkapan administrasi seperti Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), surat sehat jasmani dan rohani, serta kesediaan menyampaikan visi misi di hadapan peserta Musorkot menjadi harga mati yang tidak dapat ditawar.
