JABAR EKSPRES – Upaya memperkenalkan sejarah Kota Cimahi mulai diarahkan agar tidak berhenti di balik rak-rak buku perpustakaan. Perpustakaan Kota Cimahi tengah merencanakan kegiatan tur heritage yang memungkinkan masyarakat mengenal langsung sejumlah bangunan cagar budaya, termasuk membuka ruang partisipasi bagi penyandang difabel.
Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Disarpusda) Kota Cimahi, Diah Ajuni Lukitosari, mengatakan pengembangan layanan perpustakaan ke depan tidak hanya dilakukan melalui penyediaan koleksi bacaan. Beragam aktivitas yang dapat diakses dan dinikmati masyarakat juga menjadi bagian dari upaya tersebut.
Salah satu rencana yang tengah disiapkan ialah tur ke sejumlah bangunan heritage di Kota Cimahi. Kegiatan itu nantinya diharapkan dapat dikolaborasikan dengan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Cimahi.
Baca Juga:Perpustakaan Kota Cimahi Rencanakan Tur Heritage untuk Pengunjung, Termasuk untuk Penyandang DifabelBioskop Mini di Perpustakaan Cimahi, Cara Baru Dongkrak Minat Literasi Generasi Muda
“Jadi mengunjungi. Tapi kan kita baru merencanakan. Karena memang itu harapan kita nanti kita bisa kolaborasi dengan Disbudparpora untuk menggunakan Sakoci untuk keliling bangunan-bangunan heritage, pengenalan, nanti kembali lagi ke sini (perpustakaan),” ujarnya pada Jabar Ekspres, Rabu (19/8/2026).
Rencana tersebut mendapat respons positif dari Disbudparpora Kota Cimahi. Kepala Seksi Kebudayaan Disbudparpora Kota Cimahi, Ares Rudhiansyah, mengatakan pihaknya mengapresiasi gagasan tersebut karena dapat dikembangkan menjadi kegiatan walking tour untuk mengenalkan sejarah dan warisan budaya Kota Cimahi kepada masyarakat.
“Harapan kami, teman-teman Disarpusda membuat kegiatan bisa bersinergi. Dengan beberapa bangunan atau objek yang sudah kami tetapkan. Dalam hal ini 12 objek wisata cagar budaya di kota Cimahi,” kata Ares saat diwawancarai Jabar Ekspres di ruang kerjanya, Rabu.
Menurut Ares, terdapat sejumlah bangunan yang masuk dalam daftar objek cagar budaya Kota Cimahi. Di antaranya Stasiun Kereta Api Cimahi, Rumah Sakit Dustira, Gereja Santo Ignatius, Gedung Sudirman, Rumah Potong Hewan (RPH) atau Gedung Abattoir, SMPN 2 Cimahi, SMPN 1 Cimahi, hingga Bioskop Rio yang berada di kawasan Alun-alun Cimahi.
“Itu bisa dari start alun-alun sampai berkeliling di beberapa bangunan cagar budaya itu 12. Nanti finish-finish bisa aja di Kampung Adat Cirendeu untuk menikmati situasi warisan budaya dan menikmati singkong atau rasi yang merupakan warisan cagar budaya atau WBTB (Warisan Budaya Takbenda),” jelasnya.
