“Rapat yang biasanya dilakukan di luar itu umumnya karena melibatkan banyak dinas sehingga membutuhkan ruangan besar. Setelah kami atur dan siapkan fasilitasnya, kebutuhan tersebut sekarang sudah bisa dipenuhi di gedung DPRD,” ujarnya.
Meski begitu, Mahdi mengakui masih terdapat fasilitas yang perlu dibenahi. Salah satunya perangkat tata suara yang dinilai belum bekerja secara optimal.
DPRD KBB berencana melakukan pembenahan secara bertahap agar pemusatan rapat di gedung sendiri tidak mengurangi kenyamanan maupun efektivitas pembahasan.
Baca Juga:Sekolah Rakyat Bandung Barat di Ujung KetidakpastianDLH Bandung Barat Identifikasi Perusahaan yang Diduga Cemari Sungai Cihaur
“Masih ada beberapa fasilitas yang perlu disempurnakan, terutama sound system. Itu akan segera kami benahi agar kegiatan rapat bisa berjalan lebih maksimal,” kata Mahdi.
Ia berharap kebijakan tersebut menjadi langkah awal pembenahan internal DPRD KBB dalam menjalankan tugas kedewanan dengan mengedepankan efisiensi dan akuntabilitas.
“Ini merupakan langkah awal. Ke depan fasilitas akan terus kami lengkapi sehingga kinerja dewan semakin efektif, tetapi tetap mengedepankan efisiensi dan pertanggungjawaban penggunaan anggaran,” tandasnya. (Wit)
