HP2MT Luruskan Kekhawatiran Warga Soal Eksplorasi Gunung Guha

gunung guha
Ilustrasi: Kawasan Gunung Guha di wilayah Kecamatan Cipatat, Bandung Barat. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

“Kami berharap seluruh pihak dapat mengedepankan dialog dan saling memberikan ruang untuk menyampaikan aspirasi. Yang terpenting, keberadaan mata air, kawasan lindung, dan kepentingan masyarakat tetap menjadi perhatian utama dalam setiap tahapan kegiatan,” katanya.

Sementara itu, PT Arya Karya Nusantara (KAN) menghentikan sementara aktivitas pengeboran atau eksplorasi batu kapur di kawasan Gunung Guha dan Leuweung Hideung sejak Jumat (31/7/2026).

Penghentian dilakukan setelah muncul masukan dan kekhawatiran masyarakat terkait potensi dampak terhadap lingkungan, terutama ancaman terhadap sumber mata air dan potensi bencana.

Baca Juga:ESDM Jabar Cek Delineasi Kawasan Karst di Titik Pengeboran Gunung GuhaWarga Ciptaharja Tolak Eksplorasi Tambang di Gunung Guha dan Leuweung Hideung

Pengelola PT Arya Karya Nusantara, Redi Rahman, mengatakan pengeboran yang dilakukan merupakan bagian dari penelitian awal sebelum memasuki tahap penambangan.

Meski telah mengantongi izin, lanjut dia, perusahaan memutuskan menghentikan sementara kegiatan sebagai bentuk penghormatan terhadap aspirasi masyarakat.

“Sebagai komitmen kami menerapkan Good Mining Practice, dalam waktu dekat kami akan kembali melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk menjelaskan rencana kegiatan, upaya pelestarian mata air, mitigasi bencana, serta meluruskan berbagai informasi yang berkembang,” ujar Redi.

Ia juga meluruskan informasi mengenai jumlah titik pengeboran yang beredar di masyarakat. Menurutnya, eksplorasi hanya direncanakan di enam titik dan hingga saat ini baru dua titik yang telah dikerjakan.

“Jumlah titik pengeboran hanya enam lokasi dan saat ini baru dua titik yang dilaksanakan. Kami ingin masyarakat mendapatkan informasi yang utuh mengenai kegiatan ini,” pungkasnya. (Wit)

0 Komentar