Dosen dan Mahasiswa Bhakti Kencana University Perkuat Edukasi Kesehatan Melalui Gerakan "SATE PADANG"

Dosen dan Mahasiswa Bhakti Kencana University Perkuat Edukasi Kesehatan Melalui Gerakan \
Dosen dan Mahasiswa Bhakti Kencana University Perkuat Edukasi Kesehatan Melalui Gerakan "SATE PADANG". (sumber: Sri M. R., Dosen Universitas Bhakti Kencana)
0 Komentar

Program Gerakan “SATE PADANG” sendiri merupakan gerakan promotif dan preventif yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini serta pengendalian penyakit degeneratif melalui perubahan gaya hidup sehat dan manajemen terapi mandiri.

Filosofi “SATE PADANG” dipilih karena mudah diingat oleh masyarakat, sekaligus menjadi akronim dari sadar tekanan darah, periksa asam urat, dan gagguan kolesterol, tiga kondisi kesehatan yang banyak dijumpai pada masyarakat usia produktif maupun lanjut usia.

Pelaksanaan Edukasi Melalui Program SATE PADANG

Pada sesi pertama, tim dosen memberikan edukasi kepada 16 orang ibu yang memiliki balita mengenai pencegahan stunting.

Baca Juga:Mahasiswa KKN Tingkatkan Kapasitas Kader Desa Alamendah Melalui Pelatihan dan Edukasi Penyakit Tidak MenularIndosat Catat Pertumbuhan Double Digit pada Semester I 2026, Trafik Data Jawa Barat Naik 16,6 Persen  

Materi yang disampaikan meliputi pentingnya pemenuhan gizi selama masa kehamilan, pemberian ASI eksklusif selama enam bulan, pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang tepat, pentingnya imunisasi lengkap, pemantauan pertumbuhan anak di Posyandu, serta penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Dalam penyuluhan tersebut dijelaskan bahwa stunting bukan sekadar kondisi anak bertubuh pendek, tetapi merupakan gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi kronis yang dapat memengaruhi perkembangan otak, kecerdasan, produktivitas, bahkan meningkatkan risiko penyakit tidak menular pada masa dewasa.

Oleh karena itu, pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun atau dikenal dengan periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Suasana penyuluhan berlangsung interaktif. Para ibu tampak aktif bertanya mengenai menu makanan bergizi yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar, cara meningkatkan nafsu makan anak, hingga bagaimana mengatasi anak yang mengalami kesulitan makan.

Diskusi tersebut menunjukkan tingginya antusiasme peserta dalam memperoleh informasi kesehatan yang dapat diterapkan secara langsung dalam keluarga.

Sementara itu, sesi kedua difokuskan pada edukasi penyakit degeneratif yang diikuti oleh 39 peserta, terdiri atas masyarakat umum dan kader kesehatan.

Materi yang disampaikan mengusung konsep “Kenali, Cegah, dan Kendalikan” penyakit hipertensi, gangguan kolesterol, dan asam urat.

Baca Juga:Enervon Active Ajak Generasi Urban Hidup Lebih Aktif Lewat Level Up After Work 2026Telkom Gelar Forum Kolaborasi Nasional untuk Perkuat Kesiapan Post-Quantum Cryptography

Dalam materi mengenai hipertensi, peserta diajak memahami bahwa tekanan darah tinggi sering kali tidak menimbulkan gejala sehingga dikenal sebagai silent killer.

Oleh sebab itu, masyarakat di dorong untuk rutin memeriksa tekanan darah, mengurangi konsumsi garam, menjaga berat badan ideal, meningkatkan aktivitas fisik, berhenti merokok, mengelola stres, serta mematuhi pengobatan apabila telah didiagnosis hipertensi.

0 Komentar