Salah satu hasil konkret dari pertemuan tersebut adalah komitmen pihak PDAM dan pelaksana proyek untuk meninjau ulang rencana tata lokasi pembangunan. Mereka sepakat untuk mencari titik alternatif yang tidak akan mengganggu atau merugikan aktivitas pertanian warga. Ketua Dewan Perwakilan SPP Kota Banjar, Sudarto, mengungkapkan bahwa solusi pemindahan lokasi proyek adalah yang terbaik demi kepentingan bersama.
“Solusi terbaik demi kondusivitas, lahan proyek itu dialihkan ke tempat lain, bukan di lahan garapan petani lagi,” ucap Sudarto, menegaskan sikap SPP Kota Banjar yang menginginkan agar tanah garapan mereka tidak beralih fungsi untuk proyek tersebut. (CEP)
