Kemarau Panjang Ancam Lahan Pertanian di Sekitar GBLA, Petani: Ini yang Terparah

Kemarau Panjang Ancam Lahan Pertanian di Sekitar GBLA, Petani: Ini yang Terparah
Petani mengecek kondisi selang pompa air untuk mengairi lahan pertanian yang mengering di Cimekar, Kota Bandung. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

Kekurangan air tidak hanya memengaruhi pertumbuhan tanaman, tetapi juga meningkatkan biaya produksi. Dalam kondisi tertentu, petani harus mengeluarkan tenaga dan biaya tambahan untuk mendapatkan air agar tanaman tidak mengalami kekeringan. Jika kondisi ini terus berlangsung, hasil panen berpotensi menurun dan berdampak pada pendapatan petani.

Saepudin berharap ada perhatian yang lebih besar terhadap kebutuhan air bagi lahan pertanian, terutama saat musim kemarau. Menurutnya, keberadaan saluran irigasi yang memadai atau dukungan fasilitas pengairan akan sangat membantu petani dalam mempertahankan produksi.

“Harapan kami tentu ada solusi supaya petani tidak terus kesulitan air ketika kemarau datang. Kalau air tersedia, kami masih bisa bertani dengan baik,” ujarnya.

Baca Juga:Sumber Air Alternatif Musim Kemarau, Seke Buka Tanah Masih MemancarPermintaan Air Bersih di Kabupaten Bandung Barat Naik Selama Kemarau

Fenomena musim kemarau yang semakin panjang menjadi tantangan tersendiri bagi sektor pertanian di Kota Bandung. Bagi petani seperti Saepudin, perubahan cuaca bukan hanya persoalan pergantian musim, tetapi juga menyangkut keberlangsungan mata pencaharian yang telah dijalani selama puluhan tahun.

Ketersediaan air menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan musim tanam sekaligus menjaga produktivitas lahan pertanian di tengah perubahan iklim yang semakin nyata. (Dam)

0 Komentar