Ngatiyana Ungkap Alasan Rebranding RSUD Cibabat, Sebut Demi Pulihkan Kepercayaan Masyarakat

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana dalam konferensi pers mengenai rebranding RSUD Cibabat di Aula Gedung B Pemerintah
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana dalam konferensi pers mengenai rebranding RSUD Cibabat di Aula Gedung B Pemerintah Kota Cimahi (Mong)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menegaskan bahwa rencana perubahan nama RSUD Cibabat menjadi RSUD Wijaya Mulya merupakan bagian dari upaya membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan rumah sakit milik pemerintah daerah.

Menurutnya, wacana tersebut bukan keputusan yang diambil secara mendadak, melainkan telah melalui kajian panjang dan tahapan sesuai prosedur.

Penjelasan itu disampaikan Ngatiyana untuk merespons berkembangnya isu mengenai pergantian nama RSUD Cibabat yang belakangan menuai perhatian publik.

Baca Juga:24th Annual National Summer Classic 2026: Tim Putri DBL All-Star Juara, Putra Peringkat TigaMilangkala ke-394 Kabupaten Tasikmalaya Hadirkan Puluhan Agenda, Puncak Perayaan Digelar 24–26 Juli 2026

Ia mengatakan, sebelum menjelaskan proses perubahan nama, masyarakat perlu mengetahui latar belakang munculnya gagasan tersebut.

Ngatiyana mengungkapkan, ide awal itu muncul saat dirinya bersama Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudhistira menghadiri peletakan batu pertama pembangunan UPTD Rumah Pengolah Darah di lingkungan RSUD Cibabat.

Dalam kesempatan tersebut, keduanya melakukan evaluasi terhadap persepsi masyarakat terhadap rumah sakit tersebut.

Menurutnya, dari hasil pengamatan dan analisis yang dilakukan, masih terdapat anggapan di tengah masyarakat bahwa pelayanan RSUD Cibabat belum memberikan kepuasan secara optimal.

Kondisi itu, kata dia, memunculkan rasa takut maupun trauma bagi sebagian masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut.

Ia menyebut kondisi tersebut juga tercermin dari pilihan masyarakat maupun aparatur sipil negara (ASN) di Kota Cimahi yang masih banyak memilih menjalani perawatan di rumah sakit lain.

“Kemudian juga, setelah disinyalir pasien di Rumah Sakit Cibabat 50 persen dari luar Kota Cimahi. Inilah sebagai bahan pemikiran kita, ngobrol-ngobrol dengan Pak Wakil bagaimana untuk mengembalikan kepercayaan pelayanan yang baik kepada masyarakat,” ujarnya saat konferensi pers mengenai rebranding RSUD Cibabat di Aula Gedung B Pemerintah Kota Cimahi, Senin (27/7/2026).

Baca Juga:Pemkab Tasikmalaya Ajak Semua Elemen Wujudkan Zero Stunting, Tekankan Pencegahan Agar Tak Ada Kasus BaruSPP Sekolah Negeri Hanya Fatamorgana, Jabar Mampu Gratiskan Hingga Swasta!

Berdasarkan analisis tersebut, kata Ngatiyana, muncul gagasan bahwa perubahan nama rumah sakit dapat menjadi salah satu langkah untuk mengubah persepsi masyarakat sekaligus menghilangkan trauma yang selama ini melekat terhadap nama RSUD Cibabat.

Selain itu, ia juga menilai penggunaan nama “Cibabat” kurang merepresentasikan identitas Kota Cimahi karena Cibabat merupakan nama salah satu kelurahan di kota tersebut.

“Rumah Sakit Cibabat ini kan bentuknya Cibabat itu adalah kelurahan. Sedangkan kita kota adalah Cimahi. Ingat, Polres Cimahi dulunya juga Polres Cibabat dan berubah menjadi Polres Cimahi,” katanya.

0 Komentar